TOP NEWS

Tuesday, July 22, 2014

1860 Munich, 2013-2014, German 2nd Division (Bagian Satu) : Persiapan Pra Musim, Pengenalan Tim, Rekonfigurasi Non Playing Staff, dan Cerita Match Day Ke-Dua

Pembukaan

Tulisan ini tampaknya akan menjadi tulisan saya yang terpanjang untuk Football Manager 2014. Tulisan ini akan menjangkau semua hal dalam tim. Mulai hal yang bersifat umum sampai manajemen mikro yang mendetail. Semoga saya mampu menyampaikannya secara gamblang dan sepadat mungkin. Tujuan utama tulisan ini, adalah, saya ingin punya catatan terhadap perjalanan saya dalam menangani 1860 Munich. Yang ke-dua, saya ingin bagi (dan diskusikan) apa saja hal-hal yang saya temui dan apa saja perubahan yang saya lakukan.

Ini merupakan catatan petualangan 1860 Munich yang berjuang dari divisi 2 Liga Jerman. Lewat tulisan ini, perjalanan 1860 Munich akan saya sampaikan apa adanya. Saya bayangkan, tulisan ini akan terdiri dari beberapa seri (ntah berapa jumlahnya saya belum bisa tentukan). Seberapa panjang tulisan bergantung pada berapa lama saya memainkan save ini. Juga berapa banyak momen menarik yang saya pikir pantas untuk disampaikan.

Alasan utama saya memilih 1860 Munich, adalah, rivalitas mereka dengan Bayern. Saya ingin rivalitas tersebut kembali pada kasta tertinggi, bukan hanya di level domestik tapi juga di level internasional. Saya yakin sekali, ini akan jadi sebuah tantangan dan petualangan menarik.
Sebelum New Game, untuk mendapatkan database yang besar, saya aktifkan 8 Liga. 6 Liga Eropa (Bulgaria, England, France, Germany, Italy, dan Spain), ditambah Liga China dan Liga Brazil.

Tujuan utama saya mengaktifkan Liga Bulgaria, adalah, saya ingin dapatkan waktu persiapan (Pre-Season) lebih panjang. Karena, bila saya mulai dari Liga Jerman, tanggal pertandingan dimulai pada tanggal 20 Juni 2013. Jumlah friendly yang mungkin saya lakukan, paling banyak 6 partai. Dengan memilih Liga Bulgaria sebagai starting league (dan starting date), game time dimulai dari 4 Juni 2013. Hasilnya, saya bisa dapatkan 8-9 partai sebelum partai pertama Liga Jerman Divisi Dua dimulai.

- Saya set budget transfer 0, saya putuskan tidak lakukan 1 pun transfer pemain dalam musim pertama. Artinya, sepanjang 2013-2014, saya tidak akan beli 1 pun pemain baru.

- In Game Editor Disabled. Saya tidak mengerti maksudnya In Game Editor, tapi, saya rasa, kalau ini tidak diaktifkan saya tidak akan bisa pakai FMRTE.

- Player attribute masking disabled.

Hari Pertama

1_Football Manager Board Interaction

Karena Board tidak menetapkan 1 pun filosofi khusus untuk saya capai, saya putuskan biarkan hal tersebut. Buat saya lebih menguntungkan, karena, membuat beban saya berkurang. Dengan adanya filosofi khusus yang ditargetkan, biasanya saya selalu berusaha memenuhi target filosofi yang disepakati. Untuk kesempatan ini, saya memilih tidak.

Kepada Assistant Manager, saya meminta laporan/meeting dengan Coach per 1 kali dalam 2 minggu (nanti saya adjust menjadi 1 kali per minggu). Saya juga meminta untuk tidak lakukan Intra Squad Friendly.

4_Football Manager Board Expectation

Win Promotion merupakan ekspektasi yang saya pilih di akhir musim 2013-2014. Sebenarnya, secara pribadi, saya targetkan untuk promosi ke Bundesliga divisi utama, di akhir musim ke-dua (2014-2015). Kita lihat saja di akhir musim pertama nanti bagaimana hasilnya.

Oleh pihak luar, wartawan dan bandar taruhan, 1860 Munich berada pada posisi antara 4-5 sebagai kandidat juara Liga Jerman Divisi Dua. Feeling saya, dengan fakta dari wartawan dan bandar taruhan ini, 1860 Munich bisa mencapai minimal peringkat 4 atau 3.

Sekedar info tambahan, bila berada di peringkat 3, secara otomatis tim Divisi 2 akan dapat jatah 2 partai (Home-Away) play-off untuk bertarung dengan peringkat 16 Bundesliga Divisi Utama, memperebutkan satu tempat di Divisi Utama.

Team Report

Ini merupakan bagian yang penting. Bahkan, sangat penting, terutama, karena, 1860 Munich bukan merupakan tim besar dengan Reputation dan pemain-pemain hebat. Saya harus beri perhatian lebih pada Team Report, terutama pada musim pertama, yang mana saya masih sangat buta kekuatan tim.

Team Report memberikan gambaran umum bagi manajer yang ingin mengetahui sejauh mana kekuatan dan kelemahan timnya. Dengan mengetahui hal ini, anda bisa mendapatkan pertimbangan awal terkait taktik, formasi, dan instruksi
. Beberapa hal jadi perhatian utama saya.

6_Football Manager Team Report Summary

7_Football Manager All Position Comparison

8_Football Manager GK Comparison

1.Aggression merupakan attribute terbaik. Banyak interpretasi terhadap Attribute ini, tapi yang terpenting dipahami, Attribute tidak selalu sejalan dengan “kotornya” seorang pemain bermain di lapangan. Dengan Aggression tinggi dan Bravery tinggi, anda akan punya pemain bertipe Carles Puyol, yang “berani mati”. Tapi, tidak berarti Aggression yang tinggi menjadi penyebab utama pemain anda mudah mendapatkan kartu kuning atau merah.

2. Stregth Attribute merupakan Attribute dengan average skor terburuk. Lemahnya Strength bisa menjadi salah satu kontributor jeleknya Man Marking.

3. Untuk posisi GK, secara comparison, posisi ini berada pada level menengah ke atas.

4. Pada Defense :

- Average skor untuk Quickness merupakan yang paling mengkhawatirkan.

- Tackling berada pada posisi ke-empat peringkat komparasi. Saya harus berusaha mencari taktik dan tweak yang tepat untuk bermain cepat (Higher Tempo) sekaligus High Defensive Block. Dua instruksi ini sangat berpotensi merugikan tim bila rata-rata skor quickness tim kurang bagus. Dengan High D-Line, akan sangat banyak ruang tercipta antara Kiper dan Bek terakhir, yang bisa dieksploitasi lawan. Pemain yang bertugas mengamankan lini belakang, dengan Quickness dan Anticipation bagus bisa mereduksi ancaman ini.

5. Pada Midfielder, Stamina menjadi Attribute terbaik (1st). Tackling jadi Attribute terburuk.

6. Pada Attacking, Acceleration berada pada peringkat ke-tiga. Yang paling buruk, adalah, Attribute terkait Aerial duel (Jumping dan Header). Karenanya, saya akan hindari Float Cross yang dapat memicu Striker saya melakukan Aerial Duel.

Penerapan Attacking-Mentality dan Retain Possesion, sebagai salah satu Team Instruction (TI) harus dipertimbangkan secara hati-hati. Karena, secara umum kecerdasan (Anticipation, Decision, Creativity), Quickness (Acceleration dan Pace), dan kualitas teknik 1860 Munich, cenderung menengah ke bawah. Berbahaya memainkan taktik ini.

Tapi, bukan berarti saya akan hindari sepanjang musim. Hanya saya perlu lihat dan pastikan waktu paling tepat dalam menerapkannya. Secara umum saya katakan tidak.

Team Meeting

Pada saat melakukan meeting dengan pemain pertama kali, ini yang saya lakukan. Semoga anda mendapatkan ide baru dengan melihat cara interaksi ini.

1. Saya mulai dari Cautious. Karena, Reputasi saya Automatic. Saya bukanlah pelatih bernama besar, karenanya, saya memilih berhati-hati dalam berkata-kata saat pertama kali bertemu anak buah. Saya perkenalkan diri dengan cara Cautious.

2. Saat mengatakan target musim ini, saya sampaikan dengan Calm. Saya katakan, target tim adalah Top Half. Catat baik-baik, saat saya katakan ini, para pemain secara otomatis akan alami kemerosotan moral sampai level Very Poor bahkan Abysmal. Mereka akan bertanya balik, kenapa hanya Top Middle padahal tim ini punya kapasitas promosi.

3. Anda harus akui anda salah, dengan cara Assertive. Saya katakan ulang, target tim, adalah, promosi!! (seperti target yang dicanangkan klub). Hasilnya, morale menanjak ke level very Good dan Superb.

4. Saya tutup perkenalan dengan kalimat “That’s what I want to see.” Dengan Passionate.

Training

Saya lakukan pemecatan 1 Coach, juga Asisten Pelatih, Director of Football, dan Head of Youth Department. Total ada 4 non playing staff yang saya ganti.
- DoF saya sebelumnya, Hinterberger, saya gantikan dengan Bodo Ilgner (kiper inti timnas Jerman Barat saat juara Piala Dunia 1990 di Itali).

11_Football Manager Ilgner                                                                                 Sang legenda

- Schellenberg, HoYD sebelumnya, saya gantikan dengan Piekarski, yang lebih memiliki Working with Youngster dan JPA lebih baik.

Singkatnya, konfigurasi Coaching Staff 1860 Munich, seperti ini :

9_Football Manager Training - Coaches

Attacking Coaching masih merupakan aspek yang belum memuaskan saya. Minimum target saya adalah 3 bintang. Ke depannya hal ini harus diperbaiki.

Staff responsibilities, setelah rekonfigurasi, menjadi :

10_Football Manager Staff Responsible

Personal Assistant.
12_Football Manager Personal Assistant

Sedikit tip untuk anda, saya biasa membiarkan DoF dan HoYD Finds and Makes Offer for Players. Tapi, finalisasinya saya yang putuskan.

Harus diperhatikan, dalam beberapa kasus khusus (di mana saya harus ikut langsung sejak nego kontrak), saya akan ambil alih tanggung jawab tersebut dari DoF. Apa saja kasus khusus yg saya maksud, salah satunya bisa anda lihat di post Rizki Dwi Senoaji, tanggal 21 Juni 2014, di FP Kaskus FM yang membahas trik transfer dan negosiasi kontrak.

Pemain (Team Depth Chart)

19_Football Manager Team Depth Overview


Dari Team Depth Chart, saya bisa dapatkan Pra-Penilaian terhadap mana saja pemain terbaik pada posisi tertentu. Terus terang validitas penilaian ini (berdasarkan interpretasi Assistant Manager saya), patutu dipertanyakan, karena JCA hanya 13 dan Tactical Knowledge-nya 5. Tapi, setelah saya teliti lagi sendiri, berdasarkan Visible Attribute para pemain, saya setuju dengan penilaiannya di sebagian besar posisi, kecuali pada :

- Bek Kiri di mana saya akan plot Moritz Volz sebagai pemain utama di sana, bukan Grzegorz Wojtkowiak, seperti saran Assistant Manager.

- Penilaian Andre Trulsen pada kapabilitas Daniel Bierofka pada posisi MC saya juga kurang setuju. Trulsen menganggap Bierofka merupakan pemain terbaik ke-3. Bagi saya, Bierofka merupakan pemain terbaik di MC, atau, paling tidakm terbaik ke-dua. Bierofka akan saya jadikan Kapten utama tim sekaligus pilihan pertama di MC.

- Di depan (Striker), saya akan berikan kesempatan starting 11 kepada Lauth lebih banyak ketimbang Osako (Jepang). Kenapa? Karena, ini musim pertama Osako. Saya yakin, dia butuh waktu lebih untuk beradaptasi dengan budaya baru Jerman.

- Dari analisa pada Team Depth Chart, saya dapatkan gambaran formasi yang cocok bagi tim adalah, 4-3DM-2W-1 atau 4-1DM-2CM-2W-1 atau 4-1DM-4-1. Coaching Staff memberikan saran yang berbeda, mereka yakinkan saya, bahwa 4-5-1 Flat dan 4-1-2-1-2 Narrow merupakan yang paling kompatibel. Dalam hemat saya, formasi 4-1-2-1-2 sangat tidak masuk akal diterapkan untuk tim. Karena, tim ini punya 3 pemain sayap serang yang bisa diandalkan (termasuk Stoppelkamp yang merupakan bintang tim). Di sisi lain, Striker murni yang saya andalkan hanya 2, Osako dan lauth (yang mana salah satunya, yaitu, Osako masih dalam tahap adaptasi). Ini jadi sebab kenapa saya memilih formasi Striker Tunggal sebagai formasi awal.

Catatan khusus
:


Ada hal lain ingin saya tunjukan pada anda. Perhatikan PPM Kapten 1860 Munich, Daniel Bierofka. Beberapa pertimbangan saya soal bagaimana memperlakukannya, bisa jadi refrensi bagi anda bagaimana memperlakukan pemain anda.
20_Football Manager Bierofka Attribute

21_Football Manager Bierofka PPM
 
Saya memilih Daniel Bierofka sebagai Kapten menggantikan Vallori sebagai Kapten utama dan Gabor Kiraly sebagai Wakil Kapten, dengan beberapa pertimbangan :

- Favoured Club Bierofka adalah 1860 Munich.

- Personality Bierofka Professional.

- Determination 17, Team Work dan Workrate sangat bagus, > 15.

- Reputation Continental, usianya 34 tahun, dan sudah bermain di TSV selama 6 musim.
Jadi, walaupun Leadership Attrribute biasa saja (12), saya yakin Bierofka akan dihormati para pemain.
Apa buktinya? Sebelum penunjukan Kapten saya lakukan, saya sampaikan kepada Vallori sebagai existing Captain, bahwa, posisinya akan digantikan Bierofka. Vallori setuju.

Dan, setelah penunjukan semua pemain bereaksi positif.

Uji coba (Musim Pertama 2013-2014)

Untuk menaikan Morale Level, Cohesion Level, Fitness Level, Match Condition, dan Tactical Familiarity, saya lakukan beberapa uji coba, dengan beberapa prinsip :

- Saya memilih lawan dengan Reputasi lebih kecil atau jauh lebih kecil, untuk uji coba. Ini untuk menghindari Morale Level tim semakin menurun bila seri atau kalah dalam Uji Coba.

- Memainkan semua (3) formasi dalam Uji Coba, setiap formasi saya tampilkan sebanyak (minimal) 2 partai, supaya pemain lebih dekat dan sayang dengan si formasi. Tak kenal maka tak sayang, ya. Konfigurasinya, secara berurutan, 2-2-2-1-1 (2 uji coba formasi I) - (2 uji coba formasi II) - (2 uji coba formasi III) - (1 uji coba formasi I) - (1 uji coba formasi II).

- Membagi tim ke dalam dua (2) grup besar, yaitu, tim utama dan tim ke-dua. Saya mainkan bergantian, yang mana tiap grup saya mainkan penuh dalm 1 partai yang sama.

- Tidak ada pergantian pemain selama pertandingan Uji Coba.

Uji Coba Pertama vs Ismaning

- Saya gunakan formasi 3-2-3-2 Assymetric non striker. Gabor Kiraly dan Daniel Bierofka cedera. Saya memainkan kiper ke-dua.

- Beberapa kelemahan formasi ini sudah tampak setelah kick off. Kebetulan, saya tidak berikan satu pun Individual Instruction pada pemain saya. Tujuan saya sederhana, karena saya tidak kenal mereka sama sekali, saya ingin melihat bagaimana pemain saya bermain. Hasilnya? Bek kiri tim bermain sangat roaming-narrow hingga ke tengah, jelas ini tidak bagus buat bentuk tim secara umum. Di bagian depan, para pemain sering telat mengisi ruang di lini depan.

- dari sisi statistik, saya temukan long shot terlalu banyak. Terjadi 3 tembakan jarak jauh (yang tidak perlu), padahal pertandingan baru memasuki menit 11. Untuk meminimalisasi hal ini, saya coba tweak Treq dan CM-A, serta Daniel Adlung ML. Kenapa?

1) Treq dan CM-A merupakan posisi pemain dengan positioning paling advanced dalam partai ini. Sementara, Adlung melakukan sebuah long shot yang menurut feeling saya sangat tidak perlu, dan ini sangat mungkin akan diulang berkali-kali oleh Adlung.

2) Trequartista saya perintahkan more dribble dan get further forward, dengan harapan Treq lebih banyak bergerak ke depan untuk mengisi posisi di depan. Saya juga perintahkan short pass, agar bola tidak terlalu cepat bergulir ke depan.

3) CM-A saya instruksikan short pass dan shot less, karena, role-duty ini dalam kerangka fluidity Fluid, memiliki creative freedom tinggi dengan kecenderungan long shot tinggi. Saya harus minimalisasi kemungkinan Long Shot yang mungkin banyak dilakukannya.

Juga saya aktifkan instruksikan Work Into Box pada Team Instruction (TI).

Hasilnya tidak terlalu memuaskan, tapi, sedikit mengurangi jumlah tembakan jarak jauh yang tidak perlu. Tampaknya, formasi tanpa striker dan sering telatnya para pemain mengisi posisi lowong di depan, memicu banyaknya tembakan jarak jauh. Apa lagi, Decision Attribute pemain 1860 Munich, secara umum, termasuk jelek.

- Tidak ada pergantian pemain.

Partai ke-Empat Melawan Eching

- Saya turunkan 11 pemain lapis ke-2, beberapa masih berusia di bawah 20. Saya juga putuskan bermain dengan formasi berbeda, 4-1-4-1 (seperti Uji Coba ke-tiga).

- Seperti yang saya duga sebelumnya, para pemain muda lakukan mistake yang tidak perlu (terlalu terburu-buru ambil putusan). Vollman, sayap kanan berusia 19 tahun, lakukan beberapa missed pass. Jonathan Weigl, CM 18 tahun, juga lakukan hal sama. Hanya saja, karena ini merupakan Uji Coba, saya tidak tarik keluar pemain-pemain tersebut.

- Dalam pertandingan ini, Osako, striker Jepang berusia 22 tahun, lakukan Hattrick.

- Saya tidak lakukan pergantian pemain sama sekali.

Partai ke-Tujuh Melawan Ulm

- Formasi 3-2-3-2 Assymetric Non Striker

- Ketika saya analisa Pass Analysis Tab, saya temui CBR banyak lakukan missed Long Pass dengan jarak umpan yang sangat jauh untuk ukuran Instruksi yang saya berikan. 44 Missed Pass dari total 55 Passing.

17_Football Manager Schindler Right Central Defender Passing analysis vs Ulm 1st Season

Ternyata, setelah saya lihat lebih detail. Semua missed Long Pass merupakan defense clearance. Bukan umpan yang direncanakan Saya pikir ini bukan masalah besar. Walaupun saya yakin dengan kaliber pemain yang jauh lebih baik, saya bisa kurangi jumlah clearance yang buruk. Poinnya, saat anda lihat banyak umpan jauh (yang anda ingin hindari), pastikan dulu kapan momen umpan dilakukan. Ini penting. Jangan buru-buru tweak sebelum anda pahami situasinya.

- Pemain lain yang jadi perhatian saya, adalah, Tomasov, sayap kanan tim, yang berasal dari Kroasia. Ia banyak lakukan umpan salah. Baik umpan pendek maupun menengah.

- Yang paling mengkhawatirkan saya di partai lawan Ulm, adalah, jumlah Shot on Target. Hanya 5 dari 20 Shot on Target. Di antara 20 Shot, terdapat 5 Long Shot yang mana 5 Long Shot tersebut, semua merupakan Long Shot tidak perlu. Semua dilakukan terburu-buru.

Satu hal ingin saya sampaikan kepada anda. Terkait Assitant Manager’s Feed Back. Anda sering baca Asisten anda menyarankan untuk memperbaiki set piece melalui latihan khusus? Saya tidak pernah turuti itu. Kenapa? Lihat SS di bawah.

18_Football Manager Versus Ulm 1st Season_Assitant Manager Feedback

Tidak sekalipun saya berlatih khusus agar Attacking atau Defending Set Piece untuk memperbaiki utilisasi set piece. Tapi, anda lihat apa kata Asisten saya. Ini terjadi juga pada Asisten saya di klub dengan Reputation lebih baik. Ignore it, guys.

Setelah Fase Uji Coba

16_Football Manager Uji Coba


- Secara umum, target saya untuk mengangkat moral tim tercapai. 7 dari 8 partai saya menangkan.

- Fitness level dan Match Condition juga mencapai taraf yang ideal. Inilah kenapa, saya selalu tidak lakukan pergantian pemain dalam Uji Coba. Dan, dalam setiap Uji Coba saya selalu mainkan 11 pemain berbeda antara 2 partai terdekat. Tujuan utamanya, mencapai target Fitness dan Match Condition secepat mungkin.

- Dari sisi Tactic Familiarity, tim ini masih sangat jauh dari familiarity 100 %. Saya tebak bisa butuh waktu sampai November bahkan Desember untuk mulai masuk tahap Fluid. Variabel Familiarity ini saya yakin menjadi salah satu penyumbang Long Shot tim begitu banyak saat Uji Coba Pra Musim. Seiring Tactic Familiarity semakin baik, semua fakta negatif selama Uji Coba saya yakin akan tereduksi dengan sendirinya. Kuncinya, anda harus sabar dan evaluasi terus-menerus.

- Catatan tambahan terkait PPM.

21_Football Manager Bierofka PPM

Ini merupakan Information Daniel Bierofka. Perhatikan PPM Bierofka. Lalu, perhatikan Attribute yang saya sampaikan pada halaman 8.

Shots From Distance merupakan PPM yang sangat bisa merusak bentuk dan rencana permainan. Bierofka memiliki Creativity 10, Decision 7, Long Shot 13, Technique 12. Ini “bencana” buat saya.

Tapi, bukan berarti kiamat. Saat saya biarkan Bierofka pada posisi di mana ia berperan sebagai gelandang dengan Mentality menyerang yang tinggi (AP-A atau CM-A, termasuk BBM), Long Shot yang dilakukannya sangat banyak. Sering kali dilakukan tidak pada tempatnya.

Apa penyebab utamanya? Decision dan PPM pegang peranan utama. Ditambah lagi Creativity rendah. Padahal Creativity merupakan kemampuan untuk melihat peluang (Vision). Semua peluang. Apakah peluang umpan, peluang dribble, peluang tembakan, dan lain-lain. Rendahnya Creativity terhadap PPM Long Shots menyebabkan Bierofka tidak melihat kemungkinan lain yang lebih baik. Ditambah Decision yang buruk, sehingga, menyebabkan keputusannya prematur.

Walau pun beberapa kali saya takjub melihat tembakannya masuk dari titik yang saya tidak duga. Tapi, sayangnya, rasa takjub saya hanyalah bagian minor dibandingkan “kejengkelan” saya pada Kapten pilihan saya ini.

Knock the Ball Past Opponent. Lihat Attribute Bierofka untuk Dribble, Technique, Quickness, Balanced, dan Anticipation + Decision. Sangat tidak mendukung PPM ini. Begitu pula Dwell On the Ball. Creativity, Technique, Decision, Strength, tidak mendukung.

So, kalau ini “bencana”, bagaimana saya menyikapinya? Setelah melihat apa yg terjadi bila Bierofka diplot sebagai gelandang penyerang, saya putuskan meletakan Bierofka pada Role-Duty yang lebih moderat bahkan bertahan, seperti CM-D/S, BBM atau DLP-D. Dengan instruksi Shot Less Often, Dribble Less Often, dan kadang-kadang Direct Pass, bila saya lihat Bierofka terlalu lama bercinta dengan bola. Hold Position juga saya aktifkan, sebagai usaha mereduksi niatnya melakukan Dribble dan Get Forward.

Liga Jerman Divisi Dua Dimulai

Menjelang dan sesudah Match Day 1. Ada 8-9 pemain unhappy dengan Training Schedule. Sehingga, saya putuskan masuk ke dalam set up training untuk lakukan adjustment.

Semua pemain mengeluh bahwa intensitas latihan terlalu ringan. Ini memang jadi resiko set up yang saya lakukan (lebih jelasnya anda bisa lihat artikel saya Pra Musim : Meraih keuntungan Teknis Maupun Komersil). Dalam set up tersebut, selama Pra Musim :

- Saya tidak lakukan Individual Training.

- Scheduling selalu 50% berfokus pada Match Preparation.
Setting ini, membuat intensitas latihan menjadi sangat rendah. Dan, saya sengaja biarkan set up seperti ini sampai menjelang musim dimulai, biasanya H-2 atau H-1.

Untuk merespon keluhan pemain, saya segera set-up Schedule menjadi, 30% on Match preparation. Individual training untuk tiap pemain saya set ke Light atau Medium. Yang penting, Intensity yang diterima pemain tidak lebih dari Medium.

Match day 2

Pertandingan menghadapi Ingolstadt Away.

- Ini formasi dan taktik awal pertandingan. Karena ini merupakan partai Away, juga Tactic Familiarity masih sangat rendah, saya memilih bermain aman.
14_Football Manager 4-1-2-2-1

- Baru 9 menit, saya sudah kebobolan. Salah umpan jadi pemandangan jamak. Anda bisa bayangkan bagaimana frustasinya anda, saat anda tonton dalam Full Match, tim anda bermain “nggak banget”, di bawah tekanan penonton tuan rumah, dan kebobolan terlebih dahulu pula.

- Ingin banget banting laptop hehehahaha. Ah, lebih baik lakukan perubahan, daripada banting laptop (walaupun laptop hadiah) :-D

- AP-A saya switched ke CM-A (Stahl) dan DLP-D saya switched ke CM-D (Stark). Tujuan saya, adalah, AP-A merupakan Role yang kurang agresif, saya perlu yang lebih agresif, sehingga, saya berikan Role CM-A padanya. Sementara DLP-D saya switched ke CM-D untuk lebih berkonsentrasi menjadi holding midfielder, untuk covering bila si CM-A naik ke atas.

- 2 Sayap serang yang semula DW-S, saya switched ke IF. Untuk Sayap Kanan (Stoppelkamp) saya berikan Role-Duty IF-A, dan, IF-S untuk Sayap Kiri (Adlung). Intinya, saya mau lebih menyerang.

- Saya juga lakukan perubahan pada TI. Higher Tempo saya default. Karena, saya lihat terlalu banyak Missed-Passing
, saya harus reduksi. Dengan harapan, semoga saya beruntung, pemain-pemain saya mampu melakukan yang terbaik. Satu lagi, saya instruksikan para pemain untuk Exploit Middle, karena, Artificial Intelligence (AI) menggunakan formasi 4-2DM-3AM-1, yang saya lihat banyak gap antara 2 DM dan 3 AM.

- Hasilnya, gol pertama dari Corner oleh Central Defender, Varolli. Tapi, prosesnya merupakan akibat dari tembakan Stoppelkamp dari dalam kotak 16, hasil umpan terobosan Stahl yang lakukan Come From Behind.

- Gol ke-dua lahir dari Stoppelkamp, lagi-lagi Stahl yang berikan umpan.

- Gol ke-tiga diawali dari pergerakan di sisi kanan. Bola diterima Lauth, diberikan pada Stark, lalu diteruskan ke Stoppelkamp yang berdiri Narrow, untuk kemudian oleh Stoppelkamo diteruskan kepada Stahl yang lakukan Run From Deep (RFD) dan lepaskan tembakan 16 Yard.
- Hasil akhir 1860 Munich menang 1-3, Dominique Stahl jadi MoM.
                                                                                                                                                                                              

Saya pikir, untuk Bagian Satu, saya cukupkan dulu. Saya berharap, tujuan saya untuk menunjukan  bagaimana mengambil sikap pada masa-masa awal (musim pertama) ketika seorang manajer mulai menjalani karir di klub baru, bisa tersampaikan.

Pada Bagian Dua tulisan, entah kapan bisa saya selesaikan dan rilis, saya akan mencoba untuk bercerita dan berbagi perjalanan 1860 Munich dalam menjalani putaran pertama German Second Division.

Selamat malam. #SalamFM#. Ryantank100..
Diposkan oleh Ryan T 0

Wednesday, July 16, 2014

Transfer dan Negosiasi Kontrak : Trik Memaksimalkan Dana yang Dimiliki Klub


Oleh : Rizki Dwi Senoaji


Berikut merupakan salah satu tulisan yang saya angkat berdasarkan diskusi yang dimulai oleh Rizki Dwi Senoaji.
Apa yg akan anda baca ini, termasuk tulisan-tulisan saya yang lain, mungkin bukan sesuatu yang wah, mewah. Tapi, bagi saya, tip seperti ini berguna dan “sangat memberikan” dimensi lain dalam bermain FM.

Tip seperti ini merupakan tip dasar yang mana sebaiknya dipahami oleh FM Manager. Karena, hal-hal dasar merupakan hal inti yang selalu menjadi hal esensial di sepanjang waktu. Jadi, saling berbagi hal-hal dasar merupakan sesuatu yang berharga, merupakan sesuatu yang bisa membawa kita ke level lebih lanjut. Bukan merupakan sesuatu yang wah, mewah, tetapi, sangat berharga.

Dari apa yang didiskusikan pada post tertanggal 21 Juni tersebut, sebagian orang menganggapnya “cheat”, sebagian lagi menganggapnya “Un-fair ME exploitation”. Saya pribadi tidak menggunakannya, kalau saya tidak dalam posisi benar-benar “jengkel” :-D tapi, saat anda menerapkannya dan berhasil, saya jamin, ada rasa puas yang anda rasakan. Puas banget.

Saya Copy paste langsung apa yang disamapikan bung Rizki, biar lebih terasa feel nya. Hehehe. Alibi mah itu, gan. Saya malas nulis ulang aja. Lagian, apa yang disampaikan sudah cukup deskriptif kok. Gak percaya? Ayo kita ke TeKaPe.
  
Misi gan ane mau share ni tips transfer dari ane, gimana caranya memaksimalkan budget yg agan punya :

Menurut ane ga perlu FMRTE buat transfer pemain,, posisi transfer ane ada di musim ke dua, setelah juara 2x seri A, 1 italian super cup, 1 liga champions, dengan dana di kasih board transfer budget 34.02m + (surplus penjualan pemain muda yg agak bagus tapi ga kepake dan pemain yg udh tua 6.55m.

Jadi TOTAL transfer budget ane sekitar kurang lebih 40,57m) dan wage budget 1.8m p/w.. ane bisa beli pemain dengan total biaya transfer budget 95.22m.

Kunci Pertama : Budget dan Trik
1_Board Initial Budget Football Manager6_Luke Shaw Transfer Information Trik Transfer Football Manager5_Kovacic Contract Negotiation Trik Transfer Football Manager4_Transfer History Trik Transfer Football Manager3_Kovacic Bid Trik Transfer Football Manager

Pertama tama kita bisa meminta bantuan scout untuk mengetahui harga pemain dengan cara mengklik get scout report di bagian profil pemain, dengan cara seperti itu kita bisa mengetahui harga pemain sekaligus gaji pemain yang kita incer.

Lalu kita masukin dulu pemain yg diincer ke dalam shortlist kita, dengan tujuan agar kita mendapat informasi transfer dari pemain yang kita incer, klo misal nya pemain yg kita incer ada penawaran dari klub lain, maka akan ada notif di inbox message, dan biasanya disitu kita bisa mengetahui berapa harga yang di tawar sama klub tersebut, hal ini lebih baik karna kita bisa mengetahui dari harga minimal si pemain, saya bilang harga minimal dan harga asli karna harga itu berbeda klo kita langsung mengajukan penawaran.

Pernah pengalaman saya kesal dengan harga transfer pemain, suatu kali saya menawar pemain tapi sama klub tersebut di tinggiin harga nya, setelah saya nyerah nyerah untuk melakukan penawaran, selang beberapa waktu, saya liat pemain ini udh pindah klub, pas diliat history nya, pemain tersebut pindah dengan harga yg jauh lebih murah dr harga yg saya tawar.

Kesalahan tersebut karna saya tidak menshortlist pemain tersebut (keburu di remove shortlist karna saya udh nyerah utk mendapatkan pemain tersebut).

Kunci Ke-dua : Scouting dan Shortlist


Setelah mengetahui harga sang pemain, langsung kita tawar pemain tersebut, saya disini akan memberitahu tentang memaksimalkan fungsi monthly instalments, dengan menggunakan fungsi monthly instalment kita akan lebih efisien dalam menggunakan transfer budget.(Perhatikan saran berikut ini). Dalam transfer menggunakan monthly installments yg harus kita lakukan adalah melakukan penawaran yang lebih tinggi dari klub lain, misal nya di photo MU menawar dengan harga 14.5 M, maka kita bisa menawar dengan total (potential value) 15M dengan perincian 7.5M cash dan sisanya ngutang.

Acuan kita adalah transfer budget cost yg berada di pojok kanan bawah (dekat tombol make offer) tetapi sebelum menawar langsung lebih tinggi, ga ada salah nya kita menawar lebih rendah dahulu dengan memanfaatkan tombol suggest term meskipun biasanya di tolak (namanya juga usaha).Setelah suggest term nya di terima oleh klub pemilik, lalu kita bisa mengajukan penawaran kontrak terhadap pemain


Kunci Ke-Tiga : Menawarlah karena anda merupakan Pembeli



Saya juga ada beberapa trik agar pemain mau menerima penawaran kontrak dari kita dengan memaksimalkan bonus serta klausul kontrak.


Kebiasaan saya dalam melakukan kontrak pemain yg pertama saya lakukan adalah meng-nol-kan agent fee, karna agent fee ini termasuk ke dalam transfer budget, agar sang agent setuju, hal ini bisa kita tutupi dengan cara menambahkan klusul sell on fee percentage 50%, selain itu biasanya jika saya memakai tim kecil saya juga memaksimalkan klausul yearly wage raise (kenaikan gaji per tahun) dan match highest earner clause.Setelah itu di bagian bonus kebiasaan saya adalah menghilangkan klausul unused subtitute fee (bayaran ketika pemain tidak dimainkan), sebab, hal ini akan merugikan wage budget kita. (kalo pikiran ane pribadi masa pemain ga dimainin kita tetep bayar).

Dan, untuk mengatasi nya, kita bisa memaksimalkan appearance fee dan goal bonus, atau jika pemain itu pemain bertahan atau kiper kita bisa memaksimalkan cleen shet bonus, selain kita bisa menghemat wage budget kita bisa lebih memotivasi pemain agar lebih sedikit kebobolan.
Selain itu jika pemain itu adalah striker kita bisa menambahkan klausul di bagian clause yaitu seasonal landmark goal dan top goalscore bonus agar lebih banyak mencetak goal dan jangan lupa untuk memaksimalkan team of the year bonus (jika memang sangat di perlukan)

Kunci Ke-Empat : Jangan Mau Rugi sama Pemain Sendiri


Muncul sebuah pertanyaan dari Ariesnanda Sugiarta :

Intinya kalo qt buat transfer dngn cara nyicil seberapapun itu jumlahnya pst bakal di sesuain keuangan nya sama chairman ya gan biar bisa lunasin smw. Trs skrng gmn kali misalnya club nya jd gk beprestasi, ato gk berlaga di ucl. Kalo klub agan itu kan sedang jaya2 nya pst deh di manjain sama chairman.

Dijawab seperti ini :

Ga berprestasi ga maslah, paling ngga kita mendekati sama apa yg board udh target kan, misal nya target nya juara, paling ngga kita masuk 3 besar, klo misal nya sampe ga masuk UCL pdhl target juara ya resiko nya lgsg ke menejer, palingan di pecat.. menurut ane itu ga masalah asal kan board nya masih senang dengan kita, klo board seneng ane yakin duit ga masalah, menurut ane itu tinggal gimana caranya agan memikat hati sang board aja dengan berprestasi.
2_Kovacic Bid Trik Transfer Football Manager

Pertanyaan beikutnya dari Andi Setiawan (the Swansea Man) :

Transfer fee percentage itu bukannya bagian dari transfer selanjutnya?Misal, pemain kita ada klausul transfer fee persentage 50%, kemudian si pemain pindah ke klub lain dg biaya transfer 20M. Perinciannya 10M ke klub dan 10M ke pemain+agent.Rugi kan ?

Dijawab seperti ini :

Nah itu dia, dengan trik ini kita bukan profit tujuan nya, tapi pemain bintang yg kita beli kita harapkan bisa menjadikan pemain itu loyal terhadap klub, dan klo misalnya di jual lagi, ya kita usahakan agar nilai nya 2x lipat dari harga beli dengan cara menaikan harga di "asking price" jadi bisa balik modal..

Hal yang biasa di lakukan oleh tim AI klo di tim nya ada pemain dengan klausul seperti itu yaitu melepas pemain dengan free transfer, bener2 loyal pemainya sampe tua.
Kaya luke shaw ane yg ane beli 35m, ane patokin harga nya jadi 80m

Andi Setiawan lantas merespon dengan :

Ok ok , bisa diakali dg cara iniPemain baru yg kita datangin biasanya ada kemungkinan besar jadikan kita sebagai favorite personal, ketika kita udah jadi favorite personal, suruh pecat agentnya (free agent artinya bebas biaya agent) trus kita perbarui kontraknya dg penghapusan klausul fee percentage.

Pemecatan agen kan blum bisa kita lakukan sblm dia jadi pemain kita. Beda cerita klu dia jadi pemain kita, dan favorite personalnya kita. Mantap bang.



Transfer merupakan salah satu aspek utama dalam manajemen sepakbola. Karena, transfer merupakan bagian dari pengembangan.tim. Fokus pada taktik merupakan sesuatu yang sangat mengasyikan. Analisa pada Attribute adalah hal yang sangat menarik perhatian saya. Saling tawar-menawar dalam proses transfer, merupakan hal yang menyenangkan. Ada kepuasan tersendiri saat anda bisa dapatkan apa yang anda mau. Keberhasilan taktik sudah jamak, guys. Tiap 3-7 hari kita bisa mendapatkannya. Tapi, tawar-menawar dan keberhasilan memenangkan proses tawar-menawar hanya terjadi 2 kali dalam satu tahun dan berlangsung dalam jangka waktu singkat.

Selamat malam. SalamFM.


Ryantank100,

Kredit kepada Rizki Dwi Senoaji
Diposkan oleh Ryan T 4

Saturday, July 12, 2014

Tanding Offline versus Temen kamu di Football Manager 2014



Layaknya Manager sungguhan,pastinya kita pengen dong taktik kita diakui kehebatannya,apalagi kalo kita bisa pamer-pamer sama temen kita soal taktik kita yang oke banget,nah di FM 2014 ini bisa tanding secara offline dengan temen kita,agak ribet dikit sih caranya,tapi gak apa - apa lah ya,nah berikut saya tulis langkah - langkahnya berdasarkan tweet kita kemaren.

Langkah - Langkah :
1. Cara ini hanya memakai 1 laptop/PC, bukan offline secara LAN dengan berbeda laptop/PC loh ya

2. Siapkan bahan-bahannya dulu: laptop/PC dngan FM yg udah terinstal pastinya, kmudian file tim yg sudah di export, dan tentunya file tactic.

3.Maksudnya file tim yg sudah di export gimana min? File itu smacam save dari tim yg kalian pakai digame karir kalian. Jd nntinya isi materi squad dari file tim exported itu sama dngn isi digame FM karir kalian

4. Caranya, discreen squad tim kalian, pojok kanan atas pilih more actions, kmudian pilih export team for versus competition.

5. Dan jangan lupa juga untuk save tactic racikan kalian. Bahan2 td silakan di-copy ke laptop/PC yg akan dipakai untuk tanding.

6. Lanjut ke pembuatan kompetisinya. Pd start screen FM, masuk ke New Online Game, pilih Versus. Kmudian pilih format kompetisinya. Untuk awal pilih yg head to head aja dulu. Allow friend to join your game-nya di uncheck ya. 

7.Buat profile manager, berlanjut ke pemilihan tim. Disini pilih import team. Nah pilih file exported tim kalian. Setelah masuk ke game information, pilih add new manager untuk pemain/manager kedua. 

8. Selesai deh. Silakan adu materi pemain dan adu taktik. Lumayan temen ngabuburit & siapa tau bisa jd ajang penghasilan tambahan.

9. Format head to head, hanya trsedia 2 slot pemain/manager. Prtandingan bakal dijadwal 5 kali prtemuan. Home, away, dan 3 prtandingan netral.

10. Oiya lupa, penting untuk temen kamu mmpunyai patch game yg sama yah kalo ingin menggunakan import tim. Kalo beda gak bisa soalnya. Sekian
Diposkan oleh Immanuel Tritama 1

Friday, July 11, 2014

Final UEFA Champions League 2022/2023 : Cerita, Emosi, dan Trial-Error 4-4-2

1_Arts

Bermainlah apa adanya, kawan. Kenikmatan akan kejayaan itu ada, ia tersembunyi di balik penjara tirani, mengintip tanpa bisa menjerit untuk memohon dilepaskan. Namun, ia akan bebas dan datang, tepat ketika anda tumbangkan penguasa dari singgasananya.


Overview

     Tiba waktunya saya menghadapi Final UCL 2022/2023. Final yang mempertemukan Dortmund dengan AC Milan. Ini merupakan Final ke-4 Dortmund dalam 5 musim terakhir dan jadi yang ke-3 kali berturut-turut. Di 3 Final sebelumnya, Dortmund selalu mampu keluar sebagai juara. Untuk Final kali ini, mau tidak mau, saya harus kembali jadi juara. Karena, bila berhasil, ini akan jadi gelar UCL ke-tiga kali berturut-turut. Sebuah catatan hebat, mengingat klub yang terakhir berhasil melakukannya, adalah, FC Bayern. Berhasil meraih gelar UCL ke-tiga kali berturut-turut merupakan tujuan utama saya setelah musim sebelumnya berhasil menyamai catatan Chelsea yang mampu juara back to back.

Flash back sedikit ke belakang. Setiap bermain FM saya menetapkan beberapa prinsip dan tujuan yang harus saya taati :

1. Musim pertama tidak lakukan pembelian pemain
, kecuali, terjadi krisis jumlah pemain, dikarenakan, misalnya, cedera yang tidak masuk akal. Seperti, 7 pemain utama bed-rest selama 8 bulan, karena, bisul jempol kaki.

2. Akhir musim ke-dua (paling lambat musim ke-tiga), memasukan 1 pemain berstatus Club Home Grown ke dalam tim utama.

3. Meraih juara UCL dua kali berturut-turut
. Hal ini sudah menjadi sesuatu yang nyaris mustahil di dunia nyata. Karenanya, keberhasilan melakukannya di dalam game virtual seperti FM jadi kepuasan tersendiri.

4. Melewati rekor tidak terkalahkan Manchester United di UCL (25 partai)
. Rekor ini diciptakan MU di tahun 2007-2009.

5.
Memiliki pemain dengan Statistik Subjektif terbaik. Minimal dalam 2 kali, untuk kompetisi lokal. Dan, minimal 1 kali untuk UCL. Statistik yang saya targetkan, adalah, pemain saya jadi yang terbaik dari statistik, Average Rating, Top Assister, dan Top Scorer.

6. Memiliki pemain yang berhasil meraih Balon d’Or dan UCL Best Player, minimal 1 kali.

7. Menjadi tim dengan Reputation nomor satu (1) di FM
. Buat saya pencapaian tertinggi sebuah tim di FM adalah kesuksesan Reputation. Ketika bandar taruhan dan media memprediksi Dortmund sebagai kandidat nomor satu juara UEFA Champions League, itu sudah jadi tanda Dortmund dianggap yang terkuat di dalam save FM. Dan, ketika saya berhasil mempertahankannya sampai 3 musim secara beruntun, target clossed.

Selain target utama, saya juga memiliki target 2 sekunder :

1. Tidak terkalahkan dalam minimal satu musim
. Seumur hidup, saya belum pernah berhasil melakukannya. Baik ketika memanajeri Juventus, Real Madrid, Milan, Liverpool, FC Bayern, sampai Dortmund. Sejak jamannya Championship Manager (CM) sampai Football Manager (FM), saya belum pernah meraih catatan sempurna macam ini.

2. Tidak terkalahkan di kompetisi domestik sebanyak 59 partai
. Ini ada hubungannya dengan rekor AC Milan. Penggemar berat AC Milan harusnya paham kenapa saya memilih angka 59. Sebenernya Celtic merupakan pemegang rekor dengan 61 partai. Tapi, acuan saya lebih ke AC Milan.

     Di akhir musim 2022/2023, sebelum melewati Final UCL, Dortmund sudah berhasil unbeatable selama 1 musim penuh (2022/2023). Saya baru berhasil melakukannya musim ini, setelah 10 musim. Sebenarnya, tidak terkalahkan sepanjang musim tidak pernah jadi hal yang penting-penting amat buat saya. Buat saya, memiliki 23 pemain dengan Minute Play cukup, Fitness dan Match Condition Level maksimal, dengan cara merotasinya, adalah yang utama.
1_Dortmund Unbeatable_                                                         
Rekor Tim dalam musim 2022/2023

Terkait rotasi, saya bisa lakukan 1 hal ekstrem, dengan memainkan 6 pemain berstatus Rotation Player, 3 pemain dari tim Dortmund II, dan 2 Youth players berusia 17 tahun, di partai UCL, di mana kalah 0-10 pun saya tetap keluar sebagai juara grup.

Singkatnya, gelar Bundesliga dan DFB Pokal sudah di tangan. Sekarang tiba waktunya UCL Final. Sebelum menghadapi Final UCL 2023, saya banyak terlibat diskusi dengan kawan dunia nyata maupun kawan dari FP Football Manager, soal Wing Play. Kebanyakan soal 4-4-2 Flat. Ntah kenapa, diskusi ini pada akhirnya mengikuti saya selama berhari-hari.

Padahal, bagi saya, formasi ini sudah “habis”. Saya sendiri terakhir kali menggunakannya di FM 2002 (kalau tidak salah). Saya jadi ingat betapa digdayanya formasi ini di awal 90-an. Dan, saya jadi membayangkan, kalau sekarang dimainkan di Dortmund dalam save saya, bagaimana hasil yang saya peroleh.

4-4-2 dalam Aksi

Hari H Final tiba. Saya merasa, Lucifer sedang bermain-main dengan saya. Tampaknya, jumlah manusia yang jatuh dalam lembah dosa kerjaan cecunguk si mbah setan sudah melewati target. So, Lucifer mencari kesenangan lain.

Ntah anak buah Lucifer mana yang akhirnya berhasil membuat saya masuk ke Tactic Screen, klik x pada salah satu taktik (close), dan membuka Tactic Creator, untuk menyusun formasi 4-4-2 Flat!! Bayangkan gan, di saat seluruh Manager di FM, berkutat pada Tactic Familiarity di awal musim dan ingin secepatnya untuk meraih Familiarity 100 %, saya malah membuat 1 taktik baru di partai paling terakhir musim, di Final UCL 2023. Lebih “anehnya” lagi, saya gunakan 4-4-2 Flat.

Saya nekat gunakan 4-4-2 Flat, karena, paling utama, SDM pemain saya sudah berada pada level maksimal. Saya merasa inilah skuad terkuat saya selama bermain FM. Semua ada di sini. Facilities, Team Personality, Coaching Staff, Finansial (walaupun bukan nomor 1), Team Reputation, Player Reputation, sampai Player Attribute pada top level. Kebanyak formasi di dunia akan cocok bagi Dortmund dalam save saya. Mungkin. Barangkali. Maybe. Ah, saya terlalu menuruti apa kata angan-angan.

Di sisi lain, AC Milan menggunakan Formasi 3 Flat-5 Flat-2. Formasi 3-5-2 seperti Milan, pada dasarnya, bertolak belakang dengan 4-4-2 Flat, memiliki kelemahan pada sisi sayap, tapi solid di tengah. Karena, hanya ada 1 layer pada area sayap, dalam bentuk 3-5-2 (sementara 4-4-2 memiliki 2 layer, yang juga pada dasarnya memiliki kekuatan utama di sisi sayap). Klop. Pas.

Yang mengkhawatirkan, Milan punya banyak pemain berusia emas dengan kombinasi Attribute yang hebat. Gelandang tengah dan Striker Milan punya skill bagus dengan Reputation Top. Milan yang saya hadapi sekarang, tidak sekuat Dortmund. Tapi, dengan SDM di Milan, ditambah, saya coba-coba Formasi, tampaknya, partai ini akan jadi partai sulit.

Hidup adalah perjudian, guys. Sangat mungkin saya menyesali putusan ini. Sangat mungkin saya mengutuk Lucifer, yang tidak bersalah sama sekali. Sangat mungkin, saya bukan hanya salah, tapi bahkan, dibantai Milan.

Peringatan : APA YANG SAYA LAKUKAN DI PARTAI INI, TIDAK BENAR. TIDAK LOGIS. SAYA TIDAK SARANKAN UNTUK CIPTAKAN 1 FORMASI YANG BENAR-BENAR “BARU”, UNTUK SEBUAH PARTAI PENUH TEKANAN SEPERTI FINAL UCL.

Sudahlah yang terjadi biar terjadi. Bagaimana Formasi Trial Error 4-4-2 Flat versi saya? Mari kita lihat bersama.

Formasi dan Taktik

     Satu kekurangan dari tim saya, adalah, Dortmund tidak punya Sayap Serang Kiri Konvensional (Klasik), yang memiliki kaki kiri kuat, bertumpu pada Hug Touch Line, Run Wide, Stay Wider, dan banyak lakukan Cross from Byline. Hanya Mohammed Ousmane (Sayap Kanan) yang mampu tampil sebagai Sayap Serang Klasik maupun Sayap Modern yang menusuk ke tengah.
4-4-2_BVB UCL 2023 Final   
4-4-2_BVB UCL Final 2023

    Perhatikan, saya perintahkan Play Narrower. Saya gunakan instruksi ini, karena, dalam 4-4-2 Flat, lini tengah bisa jadi titik lemah, jadi lebih lemah lagi, bila, 2 Gelandang Tengah berposisi tidak saling berdekatan. Ini akan ciptakan Vunerable Space di tengah (apalagi Milan memainkan 3 CM Flat). Bagaimana menghindari ini, Play Narrower bisa jadi alternatif. Di sisi lain, karena Formasi ini kuat di sayap, saya perintahkan Exploit the Flanks. Saya pikir kombinasi Exploit the Flanks dengan Play Narrower bisa saling menyeimbangkan.

Mudahnya begini. Tim anda menyerang dengan mengeksploitasi sisi sayap lawan (lewat instruksi Exploit the Flanks). Di sisi lain, supaya bentuk (positioning) tim tidak terlalu melebar, para pemain harus mempertahankan jarak HORISONTAL di tengah lapangan, melalui instruksi Play Narrower.

Hassle Opponent, Higher Tempo, Stay on Feet dalam kerangka Filosofi Very Fluid merupakan gagasan yang berakar dari Pressing-Play. Lalu, Pass Into Space, Roam From Position, dan Passing Style yang saya default (tidak spesifik Short maupun Direct), merupakan instruksi yang bila dikombinasikan dengan gagsan Pressing-Play, hasilnya menjadi Gegenpressing (Counterpressing).

Pertandingan

     Seperti yang saya duga, permainan tim tidak sebaik biasanya. Salah satu yang paling mencolok adalah, positioning. Saya katakan di depan, Dortmund tidak memiliki Sayap Kiri Konvensional alami. Saya plot Julian Brandt di sana, karena, skillnya bagus dan belakang permainannya sangat baik. Visualisasinya bisa anda lihat di bawah.
BVB - Milan 2023   
SS berasal dari momen di mana Milan mendapatkan Goal Kick. Hanya Julian Brandt yang Out of Position

Dari SS yang saya tampilkan anda juga bisa lihat, Milan unggul jumlah pemain di lini tengah 3 v 2. Karena, ada bahaya seperti ini, saya berharap Mario Gotze untuk banyak drop deep untuk memecah konsentrasi salah satu gelandang Milan. Caranya, saya plot Gotze sebagai F9.

Menit 3, Milan unggul lewat Strikernya. 0-1. Gol ini berawal dari keuntungan jumlah pemain Milan di tengah (3 v 2). Saat terjadi perebutan bola di lini pertahanan Milan, karena unggul pemain, Milan mampu kuasai bola. Begitu cepatnya, bola diarahkan langsung ke sayap kanan. Benito (LB) dan Brandt (ML) out of position. Eder Balanta (CD) yg harus lakukan covering akibat kekurang-cermatan pemain di sisi kiri. Hasilnya, sebuah crossing dimanfaatkan Bini dengan maksimal.

Dortmund mampu membalas. di menit 32, Ousmane menyamakan kedudukan. Gol ini, jadi cerminan Gegnpressing. Gol bermula dari Bek Milan Musso yang dipress oleh Van Den Berg di sepanjang 1/3 pertahanan Milan, selama 12 detik Van den Berg lakukan High Intensity Pressing pada Musso, sampai akhirnya Musso lakukan blunder, bola clearance nya diblok Musso dan jatuh ke kaki Ousmane. 2-2.

Setelah 2 gol ini, sepanjang pertandingan timbul rasa menyesal, kenapa saya memilih untuk merubah formasi. Memang secara umum, Dortmund unggul secara objektif. Statistik Dortmund sedikit lebih baik. Tapi, permainan Dortmund jauh dari standar tim.

Jauh sekali dibandingkan ketika di Semi Final, tim saya mengagregat Madrid dengan skor 6-3. Ini akibatnya, bila gunakan taktik yang tidak familiar dengan tim. Ini akibatnya bila coba-coba. Salah satu pemain yang bermain buruk (bahkan terburuk), adalah, Christian Reith. Saya masukan Regis Barreau menggantikan Reith.

4_Statistic

Perubahan Formasi yang saya lakukan sebelum pertandingan, bukan atas dasar suka sama suka............ eh sori gan, salah ucap. Maaf. Maksud saya, yang saya lakukan sebelum pertandingan bukan atas dasar Opposition Analysis. Sebelum pertandingan, saya putuskan ubah Formasi, hanya karena, saya penasaran dengan 4-4-2 Flat.

90 menit terlewati. Skor imbang 1-1. Permainan Dortmund buat saya deg-degan. Milan tampak sangat agresif dan bersemangat mengejar kemenangan. Sebelum babak tambahan dimulai, saya putuskan kembali ke formasi lama. 4-2-3-1.

Saya kembali berjudi. Saya tahu. Tapi, paling tidak, formasi ini sudah terbiasa dimainkan di tim.
Konfigurasi lini tengah dan depan saya rubah. Saya berikan Role-Duty BBM (Barreau) dan DLP-S (Verratti). Di sayap, saya mainkan IF-A Kanan (Ousmane) dan IF-A Kiri (Brandt).

Perubahan yang sangat tidak biasa saya lakukan di depan. Mario Gotze (Playmaker tim yang banyak bermain di kiri), saya plot sebagai F9 pada posisi Striker tunggal, di belakangnya pada posisi AMC, saya letakan Van den Berg dengan role SS. Ini merupakan set-up strategi False 9 dan False 10 paling agresif, saya berharap kombinasi tersebut menemukan harinya.

Perpanjangan Waktu

     Wasit meniupkan peluit, tanda babak Perpanjangan Waktu dimulai. Tidak ada hal istimewa. Saya lebih tenang melihat lini tengah saya meladeni Milan dengan jumlah pemain yang sama.

Satu serangan di menit 98. Milan menambah gol. Bini, yang juga pencetak gol pertama, memberikan keunggulan bagi Milan. Ah........ Saya mulai garuk-garuk kepala, menghela napas, dan mengangkat alis. Tapi, saya tidak lakukan perubahan apa pun. Kecuali pasrah. Karena, TI pada Formasi 4-2-3-1 sudah merupakan gabungan Instruksi menyerang paling ideal untuk Dortmund. Saya hanya bisa menunggu keberuntungan datang. Ntah kenapa, dalam hati saya masih yakin Dortmund akan menyamakan kedudukan.

Tuhan mendengar doa umat-Nya. Saya tahu Tuhan selalu mendengar doa umat-Nya, hanya terkadang Ia katakan tidak. Bagusnya buat saya, untuk kali ini, Tuhan katakan Iya pada doa saya :-)

Menit ke 108, Julian Brandt membobol gawan Milan. Skor berubah, 2-2. Pertandingan berlanjut. Milan sudah kehabisan napas, tapi, pemain-pemain saya juga tidak dapat menambah gol. Wasit meniup peluit panjang.

Akhir pertandingan ditentukan lewat Adu Penalti.

Partai paling terakhir Dortmund ditentukan lewat Adu penalti. Partai terakhir Dortmund di Final UCL 2023, harus ditentukan lewat Adu penalti. Sebuah situasi yang paling saya tidak sukai. Menjengkelkannya lagi, saya masuk dalam situasi ini, karena, saya coba-coba Formasi. Saya masuk dlaam situasi ini, karena, saya memaksa pemain saya beradaptasi dalam rentang waktu yang bukan hanya singkat, tapi, bahkan krusial dan bukan saatnya untuk coba-coba.

Saya putuskan mengubah susunan penendang. Menjadi Verratti, Barreau, Van den Berg, Ousmane, dan Gotze. Penendang ke-enam dan seterusnya (bila diperlukan), Oikonomopoulos, Julian Brandt, Eder Balanta, Aziz Jbara, sisanya saya pasrahkan.

Adu Penalti

     Sebelum Adu Penalti dimulai. Saya ingin tanya sesuatu. Apakah anda perhatikan atau anda menyadari, ada beberapa tanda yang memperlihatkan apakah tendangan tersebut akan gol atau tidak? Saya melihat tanda-tanda ini. Ada 2 tanda yang sering saya tangkap.

1. Perhatikan gerak Kiper, bila terlihat gerakan bergeser yang halus (ke kiri atau kanan) seperti ada arus air yang menyeretnya, sementara kaki si kiper tidak melangkah sama sekali. Sudah pasti arah Tendangan Penalti tertebak. Bila si Kiper punya kemampuan bagus, Tendangan Penalti sangat mungkin akan ditahannya.

2. Bila sebelum tendangan dilakukan, kiper bergerak ke depan (1-2 langkah), sudah pasti tendangan tersebut bukan hanya ditahan tapi sekaligus ditangkap.

     Masing-masing tim (sampai) melakukan 7 tendangan penalti (total 14 tendangan). Penalti pertama dibuka oleh Marco Verratti, berlanjut ke tendangan ke-dua, sampai tendangan ke-13. Tidak satu pun dari penalti-penalti tersebut meleset.

Beberapa kali reaksi Kiper Dortmund buat saya (-.-!!) dan (_ _!!) Telat melulu.

Tendangan penalti ke-7 dortmund (atau ke-13 bila dihitung secara total dari ke-dua tim) berhasil masuk. Tibalah penalti ke-14, oleh Domenico Criscito. Bek paling senior milik Milan.

Setelah mengambil ancang-ancang sebentar, Criscito mengarahkan bola ke tengah gawang, dari titik tengah gawang sekitar 50 cm ke kanan, dan setinggi leher manusia dewasa. Arts membaca arah bola dengan baik. Kali ini timing-nya tepat. Ke-dua tangannya digunakan untuk meraih ke mana bola diarahkan. Pas. Tendangan Criscito ditepis dengan sempurna oleh Moreno Arts!! Selesai sudah....

Sudden Death of Shoot Out berakhir, tepat ketika moreno Arts menggagalkan Tendangan penalti Domenico Criscito. Seisi stadion bersorak sangat berisik. Kegirangan supporter Dortmund, yang kebetulan berada di belakang gawang yang dikawal Arts, meledak. Supporter Dortmund yang dikenal paling atraktif dan penuh semangat melampiaskan rasa gembira mereka. Melampiaskan tegang dan harapan yang terpendam. Penyelamatan Moreno Arts membuat mereka larut dalam kebisingan yang menggila. Stadion serasa akan runtuh.
germany-soccer-champions-league-40-630x373
Gambar dari : http://www.thescore.ie/5-talking-points-champions-league-semi-finals-884054-Apr2013/

Dortmund menang 7-6 di Adu Penalti. Total skor 9-8. Semua ketegangan dan fokus saya terbayar lunas. Borussia Dortmund juara UCL 2022/2023 atau gelar UCL ke-tiga berurutan!!

Saya lega sekali. Segera saya rebahkan diri di tempat tidur. Menghela napas panjang. Sambil menutup mata sejenak, saya menikmati sejuk AC kamar yang baru terasa sekarang.

Pada Criscito, saya berikan pelukan persahabatan dan respek. Musim ini merupakan musim terakhirnya sebagai seorang pesepakbola. Final UCL ini merupakan partai terakhirnya. Betapa tidak enaknya jadi penentu kegagalan tim sekaligus menggagalkan catatan termanis dalam karirnya, jadi juara UCL pertama kali dalam partai terakhirnya. Tepukan di punggung dan pelukan dari sesama insan sepakbola sangat pantas diterimanya.

Perasaan yang sama saya rasakan, ketika menyaksikan Roberto Baggio dan Bastian Schweinsteiger gagal dalam penalti terakhir, yang menyebabkan Italy gagal juara dunia 1994 dan FC Bayern gagal menjuarai UCL 2012. Mereka menangis. Saya terpekur. Saya memang tidak akan bisa memahami perasaan mereka sesungguhnya, tidak juga anda, bahkan istri mereka. Tapi, saya bisa rasakan pahit yang juga mereka rasakan.

That’s Football. Itulah sepakbola. Banyak cerita, asa, dan kenyataan di dalamnya. That’s Football Manager. Itulah FM. Sebuah game virtual sepakbola yang sangat bisa melibatkan analisa, harapan, dan emosi di dalamnya.

Saya menikmati momen-momen seperti ini. Saat saya berada pada level apa yang Dortmund saya capai sekarang, segalanya terasa sangat manis, bila, terutama, mengingat betapa besarnya kesulitan saya untuk bisa meraih kemenangan terhadap tim-tim dengan Reputation besar, pada 3-4 musim pertama.


Bermainlah apa adanya, kawan. Kenikmatan akan kejayaan itu ada, ia tersembunyi di balik penjara tirani, mengintip tanpa bisa menjerit untuk memohon dilepaskan. Namun, ia akan bebas dan datang, tepat ketika anda tumbangkan penguasa dari singgasananya.

Selamat malam, Indonesia. Salam FM.



Ryantank100,
Diposkan oleh Ryan T 2

Monday, July 7, 2014

Pressing dalam Football Manager : Bagaimana Ia Bekerja dan Mengapa Mematikan

    Untuk memulai, ijinkan saya mendefinisikan apa itu pressing dalam sudut pandang saya. Pressing pada dasarnya merupakan usaha untuk merebut bola dari lawan atau memaksa lawan melakukan mistake, untuk kemudian anda (bisa) lakukan serangan memanfaatkan celah dan keterkejutan lawan.
    
     Konsep ini semakin populer di era sepakbola modern. Dari masa ke masa, perkembangan konsep pressing mengalami banyak perubahan (paling terutama ada pada intensitasnya). Anda bisa menemukan pressing mulai dari era AC Milan-nya Arrigo Sacchi dengan Corto Streco (Pendek Merapat), Borussia Dortmund-nya Jurgen Klopp dengan Gegenpressing (Counterpressing), Barcelonan-nya Pep Guardiola dengan 6 second rule, atau Jerman era Joachim Low.
    
    Pressing merupakan salah satu alat paling mematikan dalam sepakbola modern. Pressing yang dikombinasikan dengan serangan cepat, merupakan kombinasi yang sangat efektif. Setelah tim anda berhasil merebut bola, secepat itu pula anda bisa lakukan serangan.
    
    AC Milan lakukan pressing, Barcelona lakukan Pressing, Dortmund lakukan Pressing. Sepakbola modern berevolusi ke bentuk di mana Pressing Play semakin menemukan “rumahnya”.

    Satu yg paling terkenal dari Pressing-nya Pep, adalah, “6 second rule”. Sebuah konsep yang bertujuan utama utk kembali menguasai bola dlm waktu sesingkat-singkatnya (setelah “kehilangan” bola). Dlm 6 detik, pemain diharapkan membentuk sebuah formasi Pressing. Pemain-pemain terdekat ke pemegang bola melakukan pressing, dengan harapan musuh melakukan kesalahan (mistake), sehingga, tim mampu kembali menguasai bola. Coba lihat partai la Liga 2008-2009, Barca 4-0 Valencia, atau, Barca 3-1 MU (Final UCL 2011), di partai-partai ini peraturan 6 detik dijalankan dgn coeiamoeik.

    Oleh Klopp, konsep ini “disempurnakan” (mungkin lebih tepat bila saya sebut diekstremkan). Klopp berkata, saat terbaik untuk kembali merebut bola, adalah, saat tim kehilangan bola, karena, saat itu musuh baru mulai mikir, bola mau dikemanain.     Klopp maunya, saat kehilangan bola itulah, 1-3 pemain terdekat langsung lakukan pressing (bisa dengan body-charge atau hard-tackle), dengan tujuan utama, merebut kembali bola dalam waktu sesingkat mungkin dan langsung lakukan serangan balik (counter attack) secepat mungkin. Gol pertama Henrikh Mkhitaryan ke gawang Arsenal (UCL 2013), jadi salah 1 contoh.
    
1.1. Lihat bagaimana pemain-pemain Dortmund dalam memposisikan diri. Ini jadi awal gol Dortmund ke gawang Arsenal. Sesaat setelah kehilangan bola, Reus dan Lewandowski langsung Closing Down Ramsey, kemudian bola diarahkan ke Miki yang berada di tengah.
    
  1.2. Pressing pemain Dortmund di pertahanan sendiri.

                               1.3.Iniesta dikepung pemain-pemain Italia. Euro 2012
    
     Gegenpressing. Begitu Klopp menyebutnya. Bahasa Inggrisnya, kira-kira, Counterpressing. Bisa diduga, gagasan utamanya, yaitu, pressing dan counter (attack) secepatnya. Sebuah gagasan untuk sesegera mungkin menekan musuh begitu tim kehilangan bola dan melakukan serangan dengan jumlah sentuhan seminim mungkin. Sebuah dasar pikir hardcore, disampaikan Klopp dalam wawancaranya, Vollgasveranstaltungen!! Yang bila diterjemahkan, artinya, kira-kira, tempo tinggi (high tempo) dengan semangat menang atau mati (soul), menekankan pada Passing, Speed, Attacking, dan Closing Down. Aje buset mah, si Klopp!!
    
    Lantas, bagaimana kita bisa menerapkannya dalam FM? Mari kita diskusikan bersama.
    
     Pressing sekali lagi merupakan senjata yang sangat efektif. Dan sangat membantu tim meraih kemenangan. Ini merupakan fakta, baik di dalam dunia nyata maupun FM. Di dalam pertandingan FM, Pressing yang intens membantu anda membuat lawan anda Nervous. Bahkan, tanpa lawan merasa nervous pun, Pressing forces them to make mistake.
    
     Sebelum jauh berbicara bagaimana kita bisa merealisasikan Pressing dalam FM, anda perlu sadari, bahwa, Pressing adalah juga seperti taktik lain, memerlukan kriteria-kriteria agar si taktik berjalan sesuai rencana. Untuk memainkan Pressing, anda perlu pemain dengan attribute yang pas. Dengan Attribute yang sesuai, pressing lebih maksimal diterapkan. Untuk memainkan pressing anda perlu melakukannya sebagai sebuah sistem, sebagai sebuah unit.
    
    Mari kita lihat beberapa screen shot yang saya ambil dari save saya. Dengan screen shot ini, saya berharap anda dapatkan gambaran awal, bagaimana Pressing bekerja sesuai instruksi.
    
2.1. Perhatikan D-Line Block Dortmund. Tinggi ke dalam pertahanan Madrid. Panah kuning merupakan kemungkinan arah Pressing. Kebetulan, dalam partai ini saya gunakan Assymetris (MR dan AML). Saya pikir, kombinasi Assymetric-Formation tambah instruksi konsep Pressing, memaksa Kiper Madid mengarahkan bola ke kanan. Di mana Ousmane berposisi awal lebih dalam. Tapi...... Lihat pada SS ke-dua dan tiga di bawah
                                   
     2.2. Begitu Luka Glumac menerima bola, saat itu pula Ousmane menggunakan kecepatannya yang mengagumkan untuk lakukan Pressing. Lihat 2 kemungkinan Pressing lainnya yang sudah menunggu.
                              
     2.3. Jebret.... Ousmane mengambil alih bola dari kaki Glumac. Kebetulan, Glumac (bila anda ikuti tulisan saya https://ryantank100.wordpress.com/2014/06/08/analisa-pertandingan-yang-saya-lakukan-sebelum-selama-dan-sesudah-pertandingan/ anda bisa temukan analisa saya terhadap Luka Glumac) merupakan salah satu titik lemah dalam partai ini. Sangat logis bila saya mengincarnya.
                     
     3.1. Berikutnya, saya perlihatkan bagaimana Pressing bekerja di pertahanan. Bakkali MR Madrid mencoba eksploitasi sisi kiri pertahanan. Ada Balanta dan Benito di sana. Sesaat Bakkali Hold Up Ball untuk mencari alternatif lain. Bila anda lihat panah kuning, itu merupakan kemungkinan gerakan Defensive Movement pemain saya  yang terdekat dengan posisi di mana bola berada. Perhatikan Narrow-nya positioning pemain. Bila anda analisa dan perhatikan Pressing-play (di mana pun), anda akan temukan bentuk penempatan posisi dan jaraj=k antar pemain yang sangat narrow.
    
                         
     3.2. Bakkali memberikan bola pada Meyer (RB) yang lakukan Run From Deep. Saat Meyer mendapatkan bola dan berusaha masuk kotak penalti, ini yang terjadi, Barreau, Oikonomopoulos, Benito, dan Balanta segera lakukan gerakan serentak (formasi Pressing) untuk menghentikan Meyer tanpa banyak cing-cong. Panah kuning merupakan indikasi arah Pressing.
    
3.3. Tidak ada tempat untuk bergerak. Empat pemain dengan Attribute mengagumkan mengepung seorang Meyer yang skill-nya pas-pasan (https://ryantank100.wordpress.com/2014/06/08/analisa-pertandingan-yang-saya-lakukan-sebelum-selama-dan-sesudah-pertandingan/). Sekali lagi, perhatikan bagaimana narrow nya positioning pemain Dortmund. Tidak ada ruang tersisa
                                
     4.1. Meyer menerima bola di dalam pertahanan Madrid.  Pressing pemain Dortmund tidak memberikan banyak ruang, kecuali, pada Meyer yang lakukan comes deep to get ball sangat dalam. Tapi....... Lihat SS di bawah
    
4.2. Jonas Hoffman segera lakukan Pressing. Diikuti gerakan pemain lain Madrid yang berusaha mendekati Meyer untuk tawarkan opsi umpan. Tapi, pemain saya telah mengantisipasinya. Hoffman bergerak semakin dekat pada Meyer.
        
4.3. Meyer tidak punya banyak opsi. Hoffman semakin dekat, sementara semua pemain Madrid di dekatnya mendapatkan Pressing sangat ketat. Sehingga, untuk amannya (setidaknya menurut Meyer), ia lakukan umpan jauh ke ruang kosong di tengah. Ruang yang betul-betul kosong Haha..
    
4.4. Barbosa, striker Madrid berusaha turun menjemput bola, tapi, Oikonomospoulos telah mengantisipasinya. Interception. Segera dalam waktu singkat Dortmund menguasai bola.
    
    Anda sudah lihat bagaimana pentingnya Pressing untuk pertahanan dan serangan. Pressing yang efektif, menjadi senjata mematikan bagi tim anda. Dari SS yang saya tampilkan di atas, anda akan berpikir wah Pressing harus saya terapkan nih, Pressing bisa membantu saya menang nih bro. Benar. Benar belaka semua pikiran seperti itu. Tapi, bro. Ada tapinya, nih. Seperti yang saya sampaikan di atas, Pressing merupakan sebuah gagasan, sebuah konsep, yang mana pada dasarnya Pressing merupakan sebuah usaha dalam merebut bola atau memaksa musuh kehilangan penguasaan bola. Dan pressing yang ideal, adalah, pressing yang dilakukan dari sebuah sistem, sebuah unit. Di sinilah letak kesulitan penerapan Pressing dalam FM.
    
     Untuk mewujudkan Pressing yang maksimal, anda perlu menyerang. Dengan menyerang, secara natural, Defensive Line anda akan tinggi (jauh ke depan) yang mana memaksa musuh terkurung dalam area mereka sendiri. Bila anda press, lawan anda terpaksa memainkan bola di pertahanan meraka. Artinya banyak kesempatan serangan bisa anda lakukan. Tapi, bila tidak dilakukan dalam satu unit yang saling sambung-menyambung, Pressing hanya omong kosong belaka. Coklat rasa ta* kucing. Untuk membuat Pressing jadi sebuah coklat berasa coklat asli, anda harus lakukan Pressing sebagai sebuah unit. Untuk ini, singkatnya, anda perlu (salah satunya) Fluidity Very Fluid. Nah, sudah tau kan apa kriteria utama berhasilnya Fluidity-Very Fluid?
    
    Di sisi lain, anda perlu instruksikan semua hal yang berhubungan dengan physical-play, macam higher tempo, Hassle Opponent, umpan cepat, dribble cepat, dan semua hal yang berhubungan dengan intensitas tinggi untuk mebuat musuh tertekan dan makin tertekan. Tau kan, untuk merealisasikan permainan sepert ini, jenis pemain apa yang anda butuhkan?
    
    Sekedar info, bros. Saya berhasil memainkan strategi ini setelah 5-6 musim save. Saat itu, Reputation team sudah pada level atas (lihat pada inbox message ketika bursa taruhan merilis odd untuk urutan juara Liga Champions, bila anda berada pada peringkat satu, saat itulah Reputation team anda berada pada level teratas). Saya punya segalanya saat itu. Saya punya pemain belakang dengan Attacking Atrribute-combination yang super. Saya punya gelandang “pegulat” yang punya kecerdasan gelandang serang macam Wesley Schneijder. Saya punya gelandang serang dengan kemampuan Play Making dan kemampuan bertahan sekelas Daniel de Rossi. Dan, saya punya striker dengan tubuh kuat, besar, cepat, dan bisa diandalkan untuk turun bantu garis bertahan maupun lakukan Pressing pada bek lawan.
    
     Ini yang buat Pressing saya berjalan sesuai instruksi. Ini yamg buat Pressing saya mengalir begitu enaknya. Ini yang buat saya berani memainkan senuah pola taktik Pressing berintensitas tinggi. Dan, saya butuh waktu bertahun-tahun untik mewujudkannya. Setelah 6 tahun baru saya bisa juara UCL. Pressing Play sangat membantu saya mewujudkannya.
    
     Tapi, tanpa pemain sekaliber Dortmund dalam save saya, anda juga masih bisa terapkan taktik ini dalam tim anda. Bedanya, adalah, (1) anda butuh waktu lebih lama sebelum jiwa Pressing merasuk dalam tim anda, (2) level Pressing tidak akan sekaliber Dortmund dalam SS yang saya tampilkan di atas. Lebih jelasnya, mari kita lihat bagaimana saya coba install taktik ini pada TSV 1860 Munich dalam save saya yang lain dalam Germany Second Division.    
    
5. Anda lihat positioning pemain saya (TSV 1860 berbaju Biru Muda). Dari positioning dalam SS, anda bisa evaluasi apakah Pressing High D-lIne yang anda rencanakan dilaksanakan oleh pemain. Dari SS ini, saya bisa katakan, Push Higher Up dan positioning pemain sudah memuaskan (mengingat familiarity tactic yang masih jauh).
    
6.1.  Pressing high up field. Lihat penempatan posisi pemain-pemain TSV. Ini indikasi awal yang bagus untuk Pressing Play.
    
6.2 Pressing dilakukan. Tapi, intensitas dan konsistensi Pressing yang diambil tidak membuat Paderborn kehilangan ruang dan arah permainan. Hasilnya, Strohdiek berhasil menemukan jalan untuk keluar dari tekanan.    
    
6.3. Ziegler berusaha keluar dari tekanan di daerah sendiri, dengan lakukan Run with Ball. Lihat posisi Bierofka yang sia-sia. Ini yang saya sebut Pressing dilakukan tapi efektifitasnya belum tercapai maksimal. Stahl yang berada paling dekat untuk one on one dengan Ziegler lakukan covering. Di sinilah momennya anda akan melihat Gegenpressing ditampilkan.
    

6.4. Stahl berhasil mempress ZIegler. Stahl lantas merebut penguasaan bola. Anda lihat betapa bebasnya Osako. Dalam konsep Gegenpressing, pemain dituntut lakukan tekanan secepatnya, merebut bola secepatnya, dan lakukan serangan balik secepatnya. Jurgen Klopp menyebutnya Heavy Metal style of play. Segera setalh merebut bola, Stahl alirkan bola pada Osako yang bebas.    
    
6.5. Gegenpressing.... Stahl merebut bola di dalam pertahanan musuh, secepatnya, setelah itu, ia alirkan bola ke depan. Osako berdiri bebas one on one dengan Kiper. Clear Cut Chance (CCC) di depan mata.

6.6. How did he manage to miss that? Ini yang saya sebut Gegenpressing dijalankan tapi tidak sempurna. Saya membayangkan, dalam momen ini, bila Lewandowski atau Mohemmed Ousmane (dari save Dortmund saya yang terakhir) yang berada dalam posisi Osako, sangat mungkin kejadiannya akan lain.
    
    Ini yang saya maksud dengan anda harus menonton pertandingan. Tidak bisa tidak. Anda harus pantau, analisa, dan evaluasi. Dalam partai ini, di kandang sendiri, saya kalah 0-1. Tapi, dari banyak momen, saya melihat Gegenpressing sudah coba dilakukan pemain, walaupun hasil akhirnya masih jauh dari harapan. Apa artinya? Artinya, saya harus berikan waktu lebih banyak bagi pemain anda untuk fit dengan konsep ini. Selamat sore. #salamFM#
    


Ryantank100,
Diposkan oleh Ryan T 8