Football Manager Indonesia,Taktik Football Manager,Tips Trik Football Manager

On 9:13 PM by Artupoke   No comments
Artikel ini merupakan karya untuk kompetisi #FMLoversStory yang berhadiah total 3 (TIGA) Football Manager 2016 gratis dari IDFM, Artupoke, dan BlognyaFootballManager.com
Ditulis oleh : Muhammad Sifa’ul Rizky
Tulisan ini adalah analisa taktik pertama yang saya buat, di FM 2016, walaupun masih versi pak tani, setidaknya menjadi lebih fresh kembali. Dan tim yang saya latih pertama adalah tim favorit saya, Manchester United. Langsung saja
Musim 2015/2016. Laga lanjutan di EPL mempertemukan United kontra Everton,menjadi big match karena kedua tim dalam kondisi yang berbeda, United dalam form yang naik turun, sedangkan Everton dalam kondisi sangat meyakinkan. Maka tidak heran bila media dan bursa taruhan lebih memihak The Toffees untuk menang di Old Trafford.
Sebelum langsung ke pertandingan, mari kita lihat apa yang saya lakukan selama persiapan menuju laga ini.

Before the Match

Sebelum laga ini saya mempersiapkan tim sebaik mungkin, walaupun sedang dalam inkonsistensi, bisa menang , namun bisa langsung kalah, telak lagi. Ini yang menyebabkan saya harus berpikir keras agar tidak mengalami kekalahan kembali.
M-01
Karena itulah dalam laga kandang ini saya mempersiapkan match trainingnya defending set-pieces. Selain itu karena United terlalu banyak kebobolan lewat set-pieces, dan sering kebobolan diatas menit ke-75. Ini menyebabkan hilangnya poin-poin penting United selama ini.
Lanjut ke opposition report.
M-02
Dari sini dapat terlihat bahwa Everton hampir selalu menggunakan formasi 4-2-3-1 Wide, dan cukup berhasil. Serta dapat terlihat bahwa mereka mengandalkan sisi kiri untuk menyerang, lewat kemampuan Naismith untuk melakukan crossing ke area penalti lawan.
Lanjut ke taktik, setelah melihat report dari para staf, maka saya dapat menyimpulkan bahwa mereka akan menggunakan formasi 4-2-3-1 Wide. Saya mungkin akan menggunakan formasi serupa, namun dengan sedikit perubahan.
M-03
Inilah formasi yang akan saya pakai, terlihat sekilas mirip dengan 4-2-3-1 Wide, namun menjadi berbeda karena untuk sayap kanan sedikit kebelakang, tidak sejajar dengan sayap kiri yang kedepan.
Akan saya jelaskan kenapa menggunakan formasi ini serta bagaimana penjelasan tiap role.
Untuk penjaga gawang, mungkin tidak ada perubahan yang cukup signifikan dan pasti pilihan pada penjaga gawang tertuju pada 1 nama, David De Gea.
Untuk bek tengah mungkin seperti kebanyakan manajer pada umumnya, menggunakan role yang sederhana, central defender-defend bagi keduanya. Alasan kenapa Smalling dipasangkan Mcnair adalah karena, Rojo sangat sering melakukan kesalahan, dan McNair yang bermain semakin baik, setidaknya permainannya konsisten bagi United. Kemudian alasan kenapa menggunakan role wing back-support adalah karena ingin mengakomodir kemampuan untuk maju menyerang tanpa mengurangi kewajiban untuk bertahan. Akan menjadi riskan bila saya menggunakan role complete wing back-attack, karena seperti yang diketahui, Everton punya sayap-sayap yang sangat lincah.
Untuk lini tengah, di tengah saya memainkan satu pemain box to box midfielder serta central midfielder. Alasannya adalah karena ingin menjaga lini tengah, serta dapat membantu playmaker yang ada didepannya, walaupun sedikit riskan karena box to box yang saya gunakan adalah Fellaini, pemain yang bertipe menyerang. Makanya untuk central midfielder saya lebih memasang Herrera. Walaupun Herrera pun juga bertipikal hampir sama. Alasan lainnya karena rotasi, jadi, selama di United hampir selalu saya rotasi semua lini, termasuk lini tengah juga.
Untuk sayap kanan, saya menggunakan Valencia karena selain dia bisa berposisi sebagai winger, perannya untuk membantu pertahanan juga cukup dibutuhkan, mengingat bagaimana banyak gol yang bersarang di gawang United lewat sisi sayap. Terutama karena 2 wing back terlambat untuk turun ke pertahanan. Biasanya untuk posisi ini saya selalu rotasi dengan Lingard.
Untuk lini serang saya memasang Mata sebagai advance playmaker-attack, Depay sebagai inside forward-attack serta kapten Rooney sebagai penyerang tunggal, dengan role advance forward-attack. Seperti yang kita tahu Depay sangat, sangat berbahaya bila diberikan role inside forward, karena memang kapasitas dia untuk menusuk dari sisi sayap dan melepaskan tembakan ke gawang. Sedangkan Mata sebagai advance playmaker, jelas karena United membutuhkan sosok playmaker handal yang bila mengalirkan bola ke lini serang. Untuk penyerang, jelas satu nama, Rooney, karena dia berperan cukup besar atas gol-gol United selama ini.
Lanjut ke Team Instructions
M-04
Di FM 16 menjadi sedikit berbeda tampilannya, dan ini memudahkan kita untuk menganalisa gaya bermain tim kita. Lanjut ke United
Kita mulai dari team shape, karena ingin menguasai laga ini, maka saya bermain control serta fluid karena ingin memaksimalkan potensi tiap pemain, dengan tempo yang normal saja, serta bermain sedikit melebar, karena terutama ingin menggunakan pemain sayap sebagai alternative bila bermain di tengah. Maklum karena banyak gol yang terjadi lewat kedua sayap.
Untuk defence, def-line saya setting ke normal, imbas dari beberapa laga sebelumnya yang saya setting high def-line, mengakibatkan banyak, banyak sekali kelemahan dan menghasilkan gol bagi lawan. Tetap menggunakan offside trap adalah alternative bila lawan tetap bermain direct.
Untuk build up, saya memilih exploit the left flank, serta right flanks dan tak lupa play out of defence. Alasan utama menggunakan play out of defence adalah karena ingin memaksimalkan lini bertahan agar bisa sedikit maju ke depan dan mengalirkan bola ke depan, bila lini tengah sedang bermasalah. Tentu akan lebih baik bila ditambah dengan pass into space serta be more expressive. Ada efek terkait antar keduanya, karena ingin menggunakan vision antar pemain yang, saya lihat cukup baik melihat alur pertandingan.
Untuk attack, seperti biasa, work ball into box digunakan, karena saya ingin menambah kesempatan mencetak gol bila berada di kotak penalti, serta akan menguntungkan ketika serangan dari sayap dan crossing yang sangat menyulitkan lawan. Tak lupa juga run at defence, berhubungan dengan play out of defence, dengan membuat pemain belakang sedikit maju ke depan.

Matchday

Setelah persiapan telah dilakukan saatnya pertandingan dimulai.
M-05
Tak lupa juga untuk opposition instructions untuk memberikan instruksi seperti diatas. Alasannya sederhana, untuk striker selalu harus dijaga dengan ketat, beserta dengan playmaker serta midfielder, karena saya berpikir bahwa merekalah jantung serangan dan perlu dijaga, sedangkan untuk lini sayap saya selalu memberi arahan untuk pressing.
M-06
Dapat dilihat bahwa Everton, seperti yang diprediksikan sebelumnya, menggunakan formasi 4-2-3-1 Wide, dengan Lukaku menjadi ujung tombak serangan. Saya mewaspadai pergerakan Barkley serta kedua sayapnya, Naismith serta Mirallas. Langsung saja
--------> Pergerakan umpan--------> Pergerakan pemain
M-07
Baru setelah kick off kami mendapat peluang bagus, lewat sisi kiri pertahanan Everton, hanya saja sayang masih dapat diblok umpan dari Valencia dan mendapat sepak pojok.
Sepak pojok, lagi lagi gagal berbuah gol juga.
M-08
Justru Everton berhasil merebut bola dan melakukan serangan balik cepat, hanya tersisa 1 bek bahkan di area pertahanan. Terlihat bahwa Mirallas, sebenarnya memiliki cukup opsi untuk mengumpan ke tengah, terutama bila ingin ke sayap kiri. Namun Mirallas lebih memilih melakukan terobosan ke McCarthy ke depan, namun McNair berhasil memotong umpan Mirallas.
M-09
Dari sini dapat terlihat bahwa Mata yang sebenarnya sebagai playmaker sebagai target man dan menjadi pemantul bagi Rooney yang berada di belakangnya. Skema yang cukup menarik karena akan membuat Rooney sedikit lebih bebas.
M-10
Lukaku memiliki peluang setelah mendapat umpan dari Naismith, namun dengan kondisi seperti itu dia lebih memilih melakukan shots yang cukup jauh arahnya dari gawang.
M-11
Fellaini yang mendapat bola justru lebih memilih untuk direct ke depan dengan kondisi di jaga oleh 3 pemain, padahal sebenarnya ada Blind yang lebih bebas di sisi kiri. Cukup disayangkan.
M-12
Ini kondisi bagaimana Barkley memiliki banyak ruang, terlihat malah Valencia sedikit bingung karena ada pergerakan Naismith di belakangnya, dan setelah berhasil mengalirkan bola ke Lukaku, kemudian mengumpan terobosan ke Naismith yang bergerak dari belakang. Untungnya Mario Fernandes yang saya tugaskan sebagai bek kanan, bermain cukup baik dan dapat memotong umpan.
M-13
Ini adalah skema serangan yang sangat baik dari United lewat Mata, dengan vision yang sangat baik dia lebih mengumpan ke sayap kanan ke Valencia, kemudian melakukan penetrasi ke depan, dan melakukan umpan ke Depay, saying sundulan sedikit menyamping. Hampir saja. Taktik Everton untuk bermain defensive hampir dapat dijebol.
M-15
Ini adalah salah satu peluang emas dimana Depay berhasil menusuk ke sisi kanan pertahanan Everton, dan berhasil melakukan umpan. Disini terlihat bahwa dia memiliki banyak opsi mengumpan, dan dia lebih memilih umpan ke Mata dan melakukan tendangan, sayang masih dapat ditahan oleh Howard. Terlihat bahwa di lapangan sebenarnya striker saya adalah Mata, bukan Rooney.
M-16
Ini juga salah satu yang harusnya berbuah gol. Bagaimana Herrera memiliki lagi-lagi visi dan akurasi yang sangat baik untuk memberi umpan, hingga akhirnya ke Depay lagi di sisi kanan pertahanan Everton. Kemudian dia melakukan penetrasi dan melakukan umpan ke Rooney. Sayangnya, tendangan Rooney dapat diblok oleh Howard (lagi).
Babak pertama usai, saya merasa bahwa cukup puas, namun belum tercipta gol membuat sedikit frustasi.
M-17
Babak kedua dimulai, belum apa-apa Everton sudah mengancam lewat skema yang cukup cepat. Lukaku berhasil memperoleh umpan kemudian maju ke depan dan mengumpan ke Barkley, untungnya tendangannya menyamping. Terlihat bagaimana pemain tengah kurang sigap atas pergerakan Barkley yang dari belakang. Skema cepat yang sangat membahayakan.
M-18
Disini kembali skema serangan dimana Mario Fernandes yang sedikit ke tengah, efek dari run at defence juga, dan memang rolenya support juga. Melakukan umpan ke Mata dan langsung ke Depay dan mengakibatkan Coleman menjatuhkannya. Karena bila tidak dilanggar maka akan berbahaya.
M-19
Disini terlihat bahwa McCarthy memiliki peluang untuk melepaskan tembakan, saying cukup jauh dari gawang. Terlihat bahwa Everton sangat sulit untuk masuk ke kotak penalty United. Mereka hanya bisa melakukan shots di luar kotak penalty.
M-20
Efek dari run at defence adalah skema seperti ini, bagaimana Smalling ikut ke depan untuk membantu lini tengah dan menyerang.
M-21
Ini adalah skema gol yang dicetak oleh Depay, bagaimana kepintarannya menusuk dan lagi lagi, menang melawan Coleman. Bagaimana McNair memberi umpan pendek ke Blind dan langsung direct pass ke Depay. Terlihat bagaimana pergerakan Depay tidak terlihat.
M-22
Terlihat bagaimana Depay berhasil melewati Coleman, bahkan sebenarnya memiliki opsi mengumpan ke Rooney, namun dia memilih untuk melakukan shots. Naluri yang berakhir baik. Dan seperti yang diketahui, golpun tercipta atas kepintaran Depay. Akhirnya.
Kemudian setelah itu United semakin menyerang pertahanan Everton
M-23
Namun lebih sering pemain depan United terjebak offside, seperti sekarang, nampaknya lewat beberapa pergantian pemain, lebih menginstruksikan untuk menggunakan jebakan offside.
M-24
Ini adalah peluang terbaik Everton sepanjang pertandingan, bagaimana Osman melakukan umpan pendek ke Cleverley dan langsung melakukan shots karena pertahanannya sedikit terbuka. Untung De Gea mampu menepis bola.

After the Match

Kemenangan tipis yang sangat penting, untuk para pemain terutama setelah hasil yang mengecewakan sebelumnya. Pada laga kali ini bisa dibilang United cukup mendominasi dengan 19 shots berbanding 8 shots bagi Everton.
M-25
Terlihat bagaimana dominasi berlanjut saat United berhasil menghasilkan 6 shots on target, berbalas hanya 1 shots on target, itupun disaat akhir pertandingan. Masih banyak pekerjaan rumah karena dari total 19 shots hanya berbuah 1 gol saja dari Depay. Bagaimana finishing masih menjadi masalah, untungnya para winger bisa membantu disaat striker agak seret gol.
M-26
Dari sini pun dapat dilihat bagaimana striker, Rooney, hanya memiliki 1 peluang saja. Hal yang menarik adalah Mata dan Herrera yang berhasil membuat 6 dan 7 umpan kunci yang cukup mempengaruhi hasil juga, kemudian juga bagaimana McNair berhasil membuat 16 intersep, angka yang bagus untuk seorang pemain muda, serta jangan lupakan Smalling dengan 20 intersep. Dari sisi lawan terlihat bagaimana 2 bek tengah Everton membuat intersep diatas 10 juga, Jagielka dan Stones. Terlihat sekali bahwa para defender bekerja dengan sangat keras pada pertandingan kali ini.
M-27
Sangat wajar bila man of the match jatuh pada Depay, karena gol penentunya juga serta peran di lapangan sebagai inside forward dan menusuk dari sisi kanan pertahanan Everton cukup berhasil, walaupun hanya 1 gol saja. Kembali lagi apresiasi diberikan kepada kedua bek masing-masing tim, yang cukup bekerja keras kali ini.
Intinya adalah lini depan saya kurang produktif, dengan Rooney hanya mendapat 1 peluang saja.
Sekian analisa taktik dari saya, mohon maaf bila masih ada salah-salah, karena saya baru pertama kali membuat analisa taktik ini, dan akan belajar membuat yang lebih baik.
On 8:25 PM by Artupoke   No comments

Artikel ini merupakan karya untuk kompetisi #FMLoversStory yang berhadiah total 3 (TIGA) Football Manager 2016 gratis dari IDFM, Artupoke, dan BlognyaFootballManager.com
Ditulis oleh : Muhammad Rafly
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, saya diberi kesempatan untuk mengirim taktik ini, Semoga bermanfaat :)
Pertama-tama saya membahas kenangan musim pertama saya di liga turki di fm 14. Mula-mula saya memilih start unemployed, dan ada yang team nganggur yaitu Kayserispor. Setelah itu saya interview, dan akhirnya diterima. Mula-mula saya bingung memilih pemain, karena saya belum pernah menukangi Kayserispor. Saya memlih taktik biasa, Saya berhasil mengacak-ngacak strategi Joachim Loew dan muncullah strategi saya. Saya mengontrak bek tengah Cris dan bek kiri yaitu Kleber karena saya belum tau mana yang bagus, mana yang kurang, dan saya match pertama saya di friendly match. Saya tercengang karena team yang saya tukangi memiliki kreatifitas di tingkat super. dan akhirnya berhasil saya mendidik wonderkid yang ada disana. Saya memulai membahasnya:
1234567891011121314
Karena saya memakai control dan balanced, jadi di formasi ini sangat menjunjung tinggi apa yang namanya passing. Karena di rata-rata gol yang saya cetak, para pemain saya masih suka mengoper walaupun kiper lawan sudah tidak ada, jadi semua pemain saya mempunyai assist saya dan apabila corners kick suksesor saya pablo mouche melakukan assit yang sangat bagus untuk pemain saya yang menerimanya, dan apabila freekick marco simic juga sangat bagus saat melakukan tendangan langsung ke gawang lawan.
1516
Jadi sekian dari saya. Mohon maaf apabila banyak kesalahan. MOHON DITERIMA
On 11:15 PM by Artupoke   No comments
Artikel ini merupakan karya untuk kompetisi #FMLoversStory yang berhadiah total 3 (TIGA) Football Manager 2016 gratis dari IDFM, Artupoke, dan BlognyaFootballManager.com
Ditulis oleh : Andra Titano Busra
Artikel ini saya ambil dari riwayat match UCL tahun 2024 (saat ini sudah memasuki tahun 2025 di savean FM saya). Pertandingan ini merupakan pertandingan final yang membuahkan tropi perdana saya di UCL bersama SC Heerenveen. Menjadi sesuatu menarik, saya berhadapan dengan FC Barcelona dan meraih kemenangan dengan skor 3-0.
Data Dan Formasi Tim
Saya mengambil beberapa indikator serta perhitungan dalam memutuskan bahwa tim saya memang mendominasi di dalam pertandingan malam itu.
1. Match stats
Statistik pertandingan merupakan gambaran umum untuk menilai suatu pertandingan.
1
  • Jumlah shoot yang dilepaskan SC heerenven, 23 shoot, mengungguli Barcelona yang hanya berhasil melesatkan 9 shoot. Tidak heran, permainan menekan dan tak memberi celah bagi lawan adalah penyebabnya.
  • Shoot on target Barcelona hanya 4. Sebaliknya Heerenveen berhasil membuahkan 12 on target. Kendati demikian, jumlah shoot on target Heerenveen adalah sekitar setengah dari jumlah shoot total. Terdengar tidak efektif memang. Pertahanan Barcelona pantas diberi pujian.
  • SC Heerenveen mengungguli Ball Possession sekitar 53% berbanding 47%. Cukup unggul, namun jaraknya tidak terlalu jauh.
  • Keberhasilan umpan yang dimiliki Heerenveen mengungguli Barcelona, 81% berbanding 74%.
  • Tackle yang dimenangkan berjumlah sama. Barcelona dan Heerenveen sama-sama mengemas 81% tackle sukses.
Jika kita amati dari statistik match ini, sebenarnya kedua tim tidak terlalu memiliki perbedaan yang jauh. Hanya saja peluang SC Heerenveen untuk melepaskan tendangan mengungguli Barcelona, sehingga peluang dan goal yang tercipta lebih banyak.
2. Player Rating
Kebanyakan, tim pemenang akan memiliki rating player yang tinggi. Ah, tentu saja seperti itu.
2
3. Line up kedua kesebelasan.
Kedua tim diisi pemain kelas dunia dan tidak perlu dipertanyakan lagi kemampuannya.
SC Heerenven dengan pola 4-2-3-1:
Maxym Koval (GK-D)
Joey Kuijpers (FB-S), Guido Grecco (CD-D), Kim Seung Hwang (CD-D), Alex Grimaldo (FB-S)
Wellington (DLP-S), Andreas Cubas (BBM-S), Andrija Zivkovic (IF-S), Julio Franco (AP-A), Moller Daehli (IF-S)
Jefferson Arrias (AF-A)
3
4. Team Instruction
4
Dalam mengungguli possession, saya menerapkan direct passing. Saya terapkan instruksi ini karena pemain saya memiliki kecepatan, visi, serta passing yang bagus. Barcelona memainkan tiki-taka dengan ball possession yang bisa mengungguli lawan. Untuk meminimalisir peluang Barcelona merampas bola terlalu dini, kami lakukan umpan cepat agar diterima pemain-pemain di garis serang. Selain itu agar tidak menyia-nyiakan bola, kami juga menerapkan Play out of defense agar bola tidak dibuang jauh-jauh ketika perubahan dari fase bertahan ke menyerang.
Walaupun kami melakukan direct passing, namun kami tidak terburu-buru dalam melakukan penyelesaian. Ketika tiba di kotak penalti lawan, saya selalu memerintahkan pemain mencari celah dan peluang dan tidak terburu-buru melakukan shoot yang peluang goalnya kecil. Untuk itu saya berikan instruksi Work Ball Into Box.
Ketika melakukan crossing, saya tegaskan ke pemain agar melakukan Whipped Crosses karena pemain kami memiliki speed sehingga dalam memperebutkan mereka memiliki peluang lebih baik.
Dalam hal penetrasi, saya memilih jalur sayap. Pemain sayap seperti Andrija Zivkovic adalah Cristiano Ronaldo bagi setiap manager yang mencari versi KW-nya. Andrija memiliki kecepatan, insting menyerang yang bagus, serta kemampuan mencetak goal yang membuat tim seperti tidak membutuhkan striker lagi. Andrija ditemani Daehli dalam merangkai serangan di sisi sayap. Kedua pemain ini saya beri player instruction get further forward agar melakukan penetrasi lebih ke dalam jantung pertahanan lawan agar membuka celah dan peluang.
Penyerangan melalui sisi sayap saya padukan lagi dengan instruksi Play Narrower sehingga pemain melakukans serangan di area tengah. Jadi, pemain-pemain sayap tadi akan menusuk dari sisi sayap menuju tengah pertahanan kubu Barcelona. Dengan begitu, pemain sayap akan memanfaatkan area di sekitar bek sayap dan bek tengah lawan.
Saat menyerang, kami melakukan Push Higher Up untuk menjaga ritme permainan yang mendominan, sehingga fase serangan tidak mudah dipatahkan dan lawan ganti menguasai permainan.
Agar push higher up itu bekerja dengan baik, saya tambahkan Close Down More. Ketika lawan menguasai bola, pemain akan langsung merebutnya kembali dengan menutup pergerakan lawan dan tidak memberikan waktu yang banyak kepada lawan untuk berpikir dan memainkan bola.
Terakhir, tempo permainan yang tinggi adalah pilihan yang saya ambil. Dengan memainkan tempo yang tinggi, serangan yang beringas dan pertahanan yang kokoh pun semakin kompak.
Proses Goal yang Tercipta
Pada artikel ini, saya lebih menitikberatkan analisa berdasarkan goal yang tercipta.
Keterangan:
a
A. Goal Pertama.
5
Ruben Neves yang bermain di posisi gelandang bertahan menjadi perisai utama di depan center back untuk menghadang pergerakan Julio Franco, sang pemegang Ballon d’Or tahun 2025. Tidak heran pelatih memerintahkan Ruben untuk menempel ketat Julio. Pada screenshot berikut terlihat dalam fase transisi SC heerenveen dari bertahan ke menyerang, Ruben Neves menempel ketat Julio Franco (salah satu gambaran yang sebenarnya terjadi di sepanjang pertandingan).
6
Arias yang berposisi sebagai striker menerima bola dari belakang. Arias dijaga Bosch dan Neymar. Ketika Bosch menekan Arias, arias melakukan umpan ke belakang, kepada Wellington. Bosch langsung mengejar Wellington, namun Wellington bertindak cepat dan mengirim bola kembali kepada Arias yang kini tanpa penjagaan. Ruben Neves yang daritadi menjaga Franco, mau tidak mau harus meninggalkan zona penjagaannya terhadap Franco, lalu mengejar Arias.
7
Sayangnya, lagi-lagi Arias memperdaya pemain Barcelona. Bola diumpan kepada Franco. Mendapati Franco yang menerima bola dari Arias, Ruben menggencarkan penjagaannya kembali terhadap Franco. Bosch yang kini telah berada di belakang juga menutup ruang Franco, serta Creemers yang bermain di posisi bek tengah. Dengan ketiga pemain tersebut, Barcelona terpaksa harus menjatuhkan Franco yang jika dibiarkan akan membawa malapetaka bagi mereka.
8
Freekick dilakukan oleh Andrija Zivkovic, namun tendangannya masih melambung di atas tiang gawang. Barcelona kembali menyusun serangan. Bola dikuasai Bosch. Bosch mencoba untuk mencari celah dan peluang. Bosch mempunyai satu opsi untuk mengoper ke Neymar di sisi kanannya. Tetapi jika melakukan opsi tersebut, Grimaldo masih bisa memotong laju bola. Namun ketika masih menimbang keputusan, Wellington bergerak lebih cepat dan memotong bola. Kemudian hasil tackle Wellington tersebut diambil alih oleh Honka, bek kanan Barcelona. Honka meneruskan bola kepada Neymar. Di hadapannya, Neymar sudah dihadang Wellington dan Daehli. Neymar tidak memiliki opsi dan mencoba mengoper ke Quevedo di tengah. Tetapi kandas, dipotong oleh Andreas Cubas yang memainkan peran sebagai Box to Box Midfielder.
9
Cubas meneruskan bola kepada Julio Franco yang berperan sebagai Advanced Playmaker. Sebenarnya tak banyak opsi yang dimiliki Franco. Dia hanya bisa meneruskan bola ke Arias. Sementara Neves berada tepat di depannya dan di jalur umpan ke Arias. Tetapi karena keahlian umpan Franco, dan mungkin juga karena ketidakfokusan Neves, bola tadi berhasil diumpan kepada Arias. Kemudian Arias membawa bola ke depan. Bosch yang berada di lapangan tengah, berhasil berlari ke arah belakang dan berusaha menghadang Arias. Bulut, yang merupakan mantan pemain SC Heerenveen, juga merapat ke tengah menghadang Arias. Namun kedua pemain ini tak mampu menghentikan Arias dengan cara bersih. Sebelum Arias berhadapan satu lawan satu dengan Creemers, Bosch menjatuhkan Arias. Dan terjadilah Freekick kembali.
10
Kali ini bukan tendangan menembak burung lagi. Zivkovic berhasil membuahkan goal ke gawang Barcelona, dan kedudukan berubah menjadi 1-0.
Walaupun goal ini tercipta dari freekick, namun jika kita menilik prosesnya, adalah suatu faktor besar ketika Lini tengah Barcelona tak mampu memaksimalkan bola dan dengan mudah kehilangan. Terlebih, Ruben Neves yang tidak mampu menjaga Franco dengan baik karena Arias juga sering turun ke bawah, membuat barisan tengah dan belakang Barcelona kelabakan. Sehingga akhirnya pelanggaran tercipta dan membuahkan peluang yang berhasil dikonversi menjadi goal.
Implementasi taktik terhadap goal:
SC Heerenveen menggunakan close down more, menyebabkan pergerakan pemain Barcelona tidak leluasa. Bisa dilihat ketika Wellington melakukan tackle cepat memotong bola dari Bosch, ataupun saat Cubas memotong operan Neymar kepada Quevedo.
B. Goal kedua.
11
Seperti yang saya katakan tadi, Ruben Neves selalu terobsesi untuk menaklukkan Julio Franco. Hal ini berhasil dimanfaatkan Franco dan mengirim bola ke Arias. Sebenarnya Arias belum berada di wilayah berbahaya karena masih di ¾ lapangan. Tetapi Jedvaj menjatuhkannya karena merasa menghindari bencana lebih baik daripada menghadapinya ketika bencana itu telah datang. Arias dijatuhkan dan menghasilkan freekick yang tidak berada pada wilayah berbahaya.
12
Saya semakin yakin Ruben Neves ditugasi untuk memarking Arias. Pada saat Greeco melakukan freekick pendek, hanya mengumpan kepada Wellington yang berada di depannya, Ruben Neves meninggalkan areanya dan mengejar Franco yang kali ini berada lebih ke tengah lapangan. Padahal Saat itu ada Quevedo yang posisinya lebih bagus untuk menahan Franco sehingga area tepat di depan dua bek tengah terjadi kekosongan. Neves bergerak maju, lalu Quevedo mencoba mengisi area yang ditinggalkan Neves. Franco yang memiliki bola, segera mengembalikannya kepada Wellington karena dijaga oleh Neves. Wellington yang tak terlalu bebas pun lalu meneruskan bola kepada Daehli yang langsung bergerak ke sisi tengah.
13
Daehli kini memiliki bola. Julio Franco yang berada di area tengah kotak penalti Barcelona, kali ini mencoba melakukan pergerakan jauh ke area gawang Barcelona. Quevedo yang tadinya berada di area pertahanan, bergerak maju mengisi posisi yang tadi ditempati Neves. Otomatis area di depan kedua bek tengah menjadi kosong karena Neves juga tidak terlalu tangkas untuk kembali ke posisinya dan kehilangan Franco yang bergerak cepat ke depan.
14
Daehli berhasil melepaskan umpan terobosan ke depan, melewati Honka yang saat itu menjaganya. Julio Franco tanpa penjagaan. Creemers terlalu sibuk menjaga Arias. Jedvaj tertinggal beberapa langkah dari posisi Franco. Lalu terjadilah..
16
Goal cantik akibat mengabaikan pergerakan yang sulit diprediksi dari Julio Franco.
Goal kedua merupakan goal yang lahir dari ketidakmampuan Ruben Neves menjaga Franco dengan baik dan ceroboh meninggalkan posisinya sehingga membuka celah yang besar. Pergerakan dari Daehli juga menjadi titik mula goal ini sehingga berhasil membuahkan assist yang cantik.
Implementasi taktik terhadap goal:
Penerapan exploit the flank dan play narrower bekerja di sini. Terlihat ketika Pemain-pemain sayap seperti Daehli beraksi di sisi kanan, dia mencari ruang dan masuk lebih ke tengah. Alhasil Wellington sukses mengoper kepada Daehli. Daehli yang memiliki visi bagus langsung memberikan umpan terobosan setelah melihat Franco mendapat ruang di antara Honka dan Creemers. Pemanfaatan space antara bek sayap dan bek tengah juga terlihat di sini.
C. Goal ketiga
17
Permainan apik antara Bosch, Quevedo dan Brandt membuka peluang bagi Barcelona. Umpan terobosan dari Brand kepada Quevedo yang memanfaatkan celah antara bek tengah dan kanan Heerenveen nyaris menjadi peluang emas jika saja Cubas tidak memotongnya. Cubas yang menguasai bola, menggiringnya ke tepi lapangan, lalu melepaskan umpan panjang kepada Andrija Zivkovic.
18
Zivkovic mencoba menggiring ke tengah, melakukan penetrasi melewati Bulut. Namun Bulut berhasil melakukan tackle. Bola liar itu dikejar Arias. Daehli yang bebas di sisi kiri melakukan pergerakan ke area kotak penalti lawan. Arias melepaskan umpan terobosan ke sisi kiri. Andrea Cubas yang tadi melakukan umpan dari belakang, kini sudah berada di lapangan tengah. Pergerakan absolut dari seorang box to box midfielder.
19
Neymar, Bosch, Dan Ivan (right back, menggantikan Honka) berusaha mengejar Daehli. Praktis, sisi tengah pertahanan Barcelona terbuka. Cubas, Arias, Wellington, Franco sudah bersiap menerima umpan sedap dari Daehli. Hanya Jedvaj yang siap menghadapi mereka. Creemers dan Bulut terlalu jauh di sisi kiri pertahanan untuk memotong ke tengah. Bola diumpan ke Wellington, dan tendangan langsung dilepaskan. Namun masih membentur tiang kanan Barcelona. Dari sisi tengah, tiba-tiba Cubas menerobos ke arah bola.
20
Menumpuknya pemain SC Heerenveen di depan gawang Barcelona melahirkan bencana ketiga bagi Barcelona. Andreas Cubas yang kini telah berada di depan gawang, segera mengejar bola muntah dan menjebloskan bola ke gawang. Goal ketiga untuk SC Heerenveen.
Goal ketiga lahir berkat kerjasama yang matang. Berawal dari umpan Cubas ke Zivkovic, kemudian dari Arias ke sisi kiri yang kosong dan diterima Daehli. Sebenarnya prinsipnya mirip dengan goal kedua, yakni memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan Barcelona. Acungan jempol juga pantas kita berikan kepada Cubas yang melakukan pergerakan jauh dari belakang menuju depan gawang Barcelona sehingga terlahirlah goal indah ini.
Implementasi taktik terhadap goal:
Peran Andreas Cubas sebagai box to box midfielder terlihat jelas di sini. Dia memainkan role yang ditugaskan kepadanya dengan baik. Box to box midfielder merupakan pemain yang berpusat di lapangan tengah dengan kewajiban membantu lini serang maupun lini pertahanan dengan stamina kuat yang dimilikinya. Ketika pertahanan SC Heerenveen terancam, Andreas Cubas masuk ke dalam pertahanan untuk merebut bola dari lawan. Ketika dia melepaskan umpan ke depan, dia langsung naik ke daerah pertahanan Barcelona serta membantu serangan. Dengan mobilitasnya yang tinggi, ketika bola telah sampai kotak penalti Barcelona, Cubas pun telah masuk ke area sana dan berhasil memanfaatkan bola muntah.
Instruksi lain yang bekerja di sini adalah Whipped cross dan Direct Passing. Cubas tanpa berlama-lama, langsung menghantarkan bola kepada Zivkovic sehingga sejalan dengan tempo permainan yang tinggi. Ketika bola berada di kaki Daehli, dia melakukan umpang cepat, kencang dan terarah sehingga dimanfaatkan dengan baik oleh Wellington walaupun belum menemui sasaran. Untungnya karena Cubas yang sigap masuk ke jantung pertahanan lawan, bola berhasil disosor dan membuahkan goal.
Penutup
Kemenangan besar melawan Barcelona ini tidak lebih karena pemahaman taktik yang brilian dari anak asuh saya. Pemanfaatan celah di tengah dan sisi sayap adalah faktor utama dari kesuksesan atas goal-goal tersebut.