MOTIVASI dalam FOOTBALL MANAGER

    Telah banyak pertanyaan yang dilontarkan dan banyak diskusi yang dilakukan oleh FM player di Indonesia. Dari yang saya bisa ingat, sebagian besar pembahasan berfokus pada siapa pemain muda yang bagus, role apa yang cocok untuk si A, kenapa si B cedera terus, bagaimana taktik yang bagus saat tim kita stuck, sampai saling berbagi kesuksesan masing-masing melalui screen shot. Sebagian lagi melakukan beberapa diskusi ringan seputar kombinasi role dan filosofi di baliknya. Intinya, taktik dan pemain merupakan pembahasan paling menarik. Tapi, tidak satu pun (termasuk saya), pernah mencoba untuk mengangkat aspek motivasi sebagai bahan tulisan dan diskusi. Kalau pun ada, jumlahnya sangat sedikit alias Minoritas.
    
    Saya tidak punya data atau lakukan penelitian mendalam soal mekanisme kerja motivasi dan man-management berpengaruh pada pemain. Tapi, sudah jadi kesepakatan tidak tertulis, buruknya morale pemain dan rendahnya motivasi, akan menggiring kita pada hasil yang tidak sesuai harapan.  Buruknya morale dan rendahnya motivasi, akan menggiring pemain pada kondisi Playing Very Nervous saat pertandingan berlangsung, dan, sangat mungkin untuk dihabisi oleh musuh yang berada dalam kondisi motivasi tinggi.
    
    Aspek motivasi menjadi sangat krusial. Karena, hanya dengan motivasi tinggi seorang pemain mampu mengeluarkan segala usaha terbaik. Hanya dengan motivasi tinggi, seorang pemain mampu tampil tenang dan fokus pada tujuan, yang juga sering kali berarti kemenangan. Anda boleh punya pemain terbaik di posisinya dengan kemampuan terbaik. Tapi, tanpa motivasi dan kebahagiaan bermain, saya berani katakan semua sama saja omong kosong!!
    
    Jadi, bagaimana kita memanfaatkan aspek motivasi untuk digunakan pada tim demi mendapatkan hasil semaksimal mungkin? Berikut saya coba bagikan dengan anda.
    
    Saya coba jabarkan secara umum, setahap demi setahap, mulai dari faktor internal tim sampai faktor eksternal. Saya tidak akan katakan apa yang harus dan apa yang tidak boleh. Yang saya sampaikan, adalah, prinsip di balik faktor-faktor yang membangun motivasi. Sebanyak-banyak faktor yang terlibat dalam membangun motivasi, catat dalam pikiran, kunci utamanya, adalah, semua bermuara pada kemenangan dan prestasi tim. Ya, kemenangan dan prestasi tim akan menuntun pemain meraih superb morale-level. Dan sebaliknya, superb morale-level akan menuntun tim menuju kemenangan dan prestasi. Banyaknya faktor yang terlibat dalam aspek motivasi, jelas merupakan oportuniti bagi manager. Prinsip utama dalam mendorong motivasi ke level maksimal, demi keuntungan tim, adalah, anda harus manfaatkan semua oportuniti tersebut. Ingat pepatah klasik, keberuntungan memang dibutuhkan. Tapi, lebih penting lagi, memanfaatkan semua faktor yang tersedia, hingga akhirnya waktu dan kesempatan bertemu dalam satu titik yang sama. Manfaatkan semua kemungkinan, walau mungkin, hal tersebut nilainya sangat kecil.
    
1. Faktor dari Internal Tim

1.1. Anda sebagai Manajer

    1.1.1. Reputation
    Reputation awal seorang manager ditentukan oleh 2 hal. Pertama, history-career (Automatic, Sunday League, Semi Professional, Professional, dan International). Ke-dua, negara asal dan usia. Saat anda memulai New Game, ada banyak pilihan history-career bagi anda. Di sana tersedia Automatic, Sunday League, Semi Professional, Professional, dan International Player. Semakin rendah career-history anda, semakin sulit perintah, saran, atau amarah anda diperhatikan oleh pemain (terutama di musim pertama dan ke-dua). Hal lain yang juga sebaiknya dipertimbangkan, adalah, negara kelahiran dan usia. Dengan lahir dari negara yang kurang “diperhatikan”, pemain sangat mungkin mempertanyakan kemampuan anda. Terutama, bila anda memanajeri klub dari liga besar Eropa. Usia juga membantu membentuk “wibawa awal” di hadapan pemain. Manager yang terlalu muda, berpotensi kurang dianggap oleh sebagian pemain.
    
    1.1.2. Kemampuan Manajemen

    1.1.2.1. Hari pertama sebagai Manager
    Ada kesempatan untuk bertegur-sapa dengan pemain saat hari pertama anda menjadi manajer. Manfaatkan kesempatan ini untuk perkenalkan diri. Tak kenal, maka tak sayang, guys.

    1.1.2.2. Saat pemain baru datang ke klub    Ada kalanya ketika anda membeli pemain baru, ada kesempatan untuk memperkenalkannya kepada existing players, melalui kapten tim. Lakukanlah. Hal ini berkontribusi dalam membangun hubungan baik anda dengan pemain serta antar pemain dengan pemain.

    1.1.2.3. Kontrak, Bonus, dan Potongan Gaji    Ada kalanya, pemain anda mengeluh soal kecilnya gaji. Ada kalanya mereka mengeluh dan ingin peningkatan gaji untuk disamakan dengan pemain lain yang seposisi dengannya. Dari pengalaman saya, saat saya mengacuhkannya, hal ini tidak membawa pengaruh dalam permainan tim secara umum. Jadi, saya tidak pedulikan keluhan semacam ini. Tapi, bila anda punya pandangan lain, anda bisa bereaksi berbeda sesuai analisa dan keyakinan anda. Ke-dua, soal bonus. Perhatikan bagaimana reaksi pemain setelah anda putuskan bonus besar. Beberapa pemain akan bereaksi sangat positif (bersemangat). Mohon diperhatikan, saya tidak meminta anda untuk memaksimalkan bonus juara. Yang penting, sesuaikan dengan Finance Planning klub dan, khusus kaitannya kepada motivation management, berdampak positif pada pemain. Putuskanlah yang terbaik, baik bagi pemain maupun keseimbangan keuangan klub. Ke-tiga, potongan Gaji. Sedikit saran dari saya, bila anda ingin menjadi friendly-manager (sahabat pemain), hindari untuk sering atau terlalu mudah memotong gaji pemain. Berikan ia peringatan (Warning), bisa jadi pilihan bijak. Lihat hasilnya. Bila si pemain mengulangi dan mengulangi lagi, putuskanlah apa yang sebaiknya anda lakukan.

    1.1.2.4. Memilih staff pelatih yang tepat    Coaching-staff memegang peranan dalam menjaga tingkat motivasi dan kebahagiaan pemain. Anda tidak bisa menghindari hal ini. Dari pengalaman saya, saat saya temukan dan mengontrak coach yang memiliki kemampuan menjaga hubungan antara staff dengan staff, staff dengan pemain, dan pemain dengan pemain, motivasi pemain saya terjaga sepanjang musim. Juga perlu diingat, staff yang memiliki fleksibilitas dalam menangani beragamnya personaliti dalam tim, merupakan unsur penting. Terkait poin-poin tersebut, Man Management dan Mentality merupakan atribut yang terhubung langsung. Di luar itu, Diciplined merupakan atribut yang anda perlu pertimbangkan baik-baik. Ada teori (yang saya belum buktikan sendiri, tapi, terdengar logis), yang menyebutkan tingginya atribut Diciplined seorang coach, semakin keras latihan yang dipegang olehnya serta banyak aturan tegas yang toleransinya kecil. Teori tersebut juga menyebutkan, dengan intensitas disiplin yang tinggi, akan ada sebagian pemain yang merasa kurang cocok dan mempengaruhi happines mereka. Bagi saya, tidak penting sejauh mana kebenaran teori ini, selama anda memiliki skuad dengan personaliti positif, macam, Determined, Driven, Highly Proffesional, Ambitious dan sejenisnya, anda tidak perlu khawatir akan efek buruk tingginya Diciplined staf kepelatihan anda. Satu hal lagi, kawans, bila di tim anda terdapat beberapa apalagi banyak youngster, pastikan atribut Working with Youth jadi pertimbangan anda.

    1.1.2.5. Menyusun jadwal latihan yang tepat (intensitas)    Hal krusial dalam Training yang terhubung langsung dengan kebahagiaan dan morale pemain, adalah, Intensity. Bila terlalu berat, bukan hanya pemain anda tidak bahagia, tapi, juga berpengaruh pada kebugaran dan meningkatnya potensi frekuensi dan beratnya cedera. Bila terlalu ringan, beberapa pemain anda protes, dan ini, berpengaruh pada perkembangan latihan serta distribusi Current Ability (CA). Perhatikan General Training, Match Training, Match Preparation, dan Individual Training. Tidak selalu, anda harus ikuti Coaching Staff Advice. Yang terpenting, pantaulah apresiasi mereka terhadap Training yang anda susun.

    1.1.2.6. Saran tim pelatih         Ada kalanya anda bisa ikuti Advice tim kepelatihan. Saya beri satu     contoh     saat saya ikuti advice salah satu coach di tim saya. Salah satu pelatih     menyarankan untuk melatih AMC saya untuk memiliki PPM Comes Deep to     Get Ball. Karena saya merasa hal tersebut pas dengan skema bermain saya,     saya ikuti saran tersebut. Lantas, apa hubungannya dengan morale dan player-    happiness? Untuk ini, keuntungan yang saya dapatkan bersifat tidak langsung.     Sederhana saja, PPM yang cocok dengan taktik, akan mendekatkan anda     dengan kemenangan. Dengan kemenangan, anda semakin mudah (terbantu)     dalam penanganan aspek motivasi.

    1.1.2.7. Press Confrence    Perkataan anda dalam konfrensi pers, berakibat pada beberapa hal dalam pertandingan terdekat. Mulai dari motivasi pemain anda, morale pemain anda, sampai motivasi tim lawan. Satu perkataan bisa membuat pemain kurang senang, rasa kekurangsenangan sebelum pertandingan, sangat mungkin menjalar ke in-game confidence. Sebaliknya, konfrensi pers yang tepat dapat membuat pemain anda berada dalam motivasi tinggi. Pengaruh yang lebih luas lagi, bila konfrensi pers anda menghasilkan out-put positif, hal tersebut akan sangat membantu ketika anda lakukan lakukan Pre Match Team Talk.
    Dari banyaknya variasi jawaban dalam konfrensi pers, saya membaginya dalam 5 level jawaban bila dilihat dari sudut pengumbaran kepercayaan diri.  Yaitu, sangat tinggi, tinggi, netral, kurang, dan tidak. Sebagai salah satu refrensi, saya bisa katakan untuk jenis jawaban yang kurang atau tidak, dalam banyak kesempatan, lebih cocok digunakan untuk tim yang kurang atau tidak diunggulkan (underdog). Sebaliknya, jenis jawaban yang sangat tinggi atau tinggi, cocok untuk tim yang diunggulkan atau tim yang merupakan kandidat juara utama. Pilihlah yang terbaik. Bahkan, dalam banyak kesempatan, jenis jawaban netral pun bisa berimbas positif bagi tim. Dan, juga, tidak menutup kemungkinan memberikan efek sebaliknya. Sesuaikan dengan Reputation dan tingkat keunggulan anda.
    
    1.1.2.8. Interaksi dengan pemain    Poin ini agak kompleks untuk dijelaskan. Saya akan berikan gambaran, untuk membantu anda lakukan studi banding, yang berasal dari interpretasi saya sendiri.

    * Player Concerned. Saat seorang pemain berkeluh akan satu hal, (Gaji,     Interaksi Individu, keharmonisan, dll) berinteraksilah. Prinsipnya, persuasi     yang anda lakukan harus disesuaikan dengan Reputation anda, Reputation     pemain, personaliti pemain, serta pengaruh si pemain terhadap tim. Serta ingat,     bagaimana karakter anda dalam menangani tim juga perlu anda pertimbangkan     (hardcore atau friendly). Anda ingin seperti the Special     One yang keras dan     kaku dalam menanamkan sistem yang diinginkannya, atau, fleksibel yang     banyak berhati-hati untuk menghindarkan pemain dari kondisi unhappy. Itu     pilihan, tentukan menurut anda yang terbaik. Saya lebih memilih     menjadi fiendly-manager dan Favoured Person pemain saya. Karena dari     pengalaman saya, menjadi Favored Person memberikan sangat banyak     sumbangan positif pada saya dan tim.
    * Laporan pemain alami kemunduran dalam aspek latihan, anda bisa lakukan kritik     walaupun pemain kurang suka. Tapi, kalau anda merasa ini berpengaruh     pada permainan dan tim secara keseluruhan (contoh kapten), untuk 1-2 laporan pertama, coba acuhkan saja. Prinsipnya, sama dengan prinsip menangani Player Concerned.

    * Interaksi pertandingan

    ** Sebelum Pertandingan (Team Talk)
. Prinsip Pre-Match Team Talk, adalah,     meyakinkan pemain untuk menjaga motivasi, bersemangat, “terbakar”,     memiliki determinasi lebih, tidak puas sebelum pertandingan, dll. Anda harus     perhatikan satu hal, saat morale pemain dalam level ideal (katakan Superb),     anda “lebih bebas”, dalam Team Talk ketimbang ketika pemain-pemain anda     dalam keadaan Poor apalagi very Poor. saat morale dalam puncaknya, anda bisa     meminta lebih. Tetapi, saat sebaliknya, moderat atau ringankan beban     permintaan anda. Team Personality juga memegang peranan dalam pemilihan     gaya Team Talk. Sebuah tim dengan personaliti Ambitious lebih berharap     ekspresi ambisius dari manager. Mudahnya, gaya Aggresive bisa     dipertimbangkan dalam lakukan Team Talk.

    *** Dalam pertandingan (In-Game). Saat tim berada dalam morale yang bagus     (motivated, composed, fired-up dll), anda bisa dorong mereka untuk bermain     lebih agresif. Sebaliknya, dalam kondisi In Game-Morale yang buruk (Nervously,     Uninterested, dll), anda bisa lakukan penyesuaian taktik. Dari pengalaman saya,     In-Game Morale yang buruk, bisa direduksi dan diselesaikan melalui perubahan     taktik dan instruksi. Logikanya begini, dalam keadaan Nervous, hindari pemain     untuk lakukan aksi yang berisiko tinggi (seperti, umpan jauh, tempo cepat,     dribble, tackle keras, dan lain-lain), lakukan sebaliknya. Dari pengamatan saya,     hal ini sering kali membantu.  Catat hal tersebut, guys. Fluktuasi in game morale     bergantung (membaik, tetap, atau memburuk), juga dipengaruhi oleh taktik tim     dan perubahan taktik tim. Team Talk juga sangat membantu membereskan hal     ini. Tapi, saya tidak bisa katakan apa yang harus anda katakan. Dalam kondisi     seperti ini, Team Talk yang bersifat Agresif atau Kalem, sama-sama bisa     memberikan hasil positif.

    **** Half Time Team Talk. Dalam satu kesempatan, Half Time Team Talk bisa     jadi mudah untuk diputuskan. Contoh, saat pemain anda tampil sangat buruk     atau tampil sangat baik jauh melebihi ekspektasi, anda bisa segera putuskan.     Puji mereka atau Hair Dryer Treatment. Tapi, dalam kesempatan lain, ada     kalanya saat anda lihat mereka bermain baik tapi saat anda ingatkan mereka     untuk tidak puas, reaksi beberapa pemain justru berkebalikan dengan yang     anda inginkan. Prinsipnya, untuk Half-Time Team Talk, sesuaikan dengan hasil di     babak pertama untuk anda bisa menjaga level tersebut atau mendapatkan lebih.

    ***** Full Time Team Talk. Prinsip Full TIme Team talk, adalah,     memberitahukan pemain bagaimana kondisi akhir pertandingan sesuai yang     anda inginkan. Bila sesuai, puji mereka. Bila tidak, yakinkan pemain, bahwa anda     tidak senang. Juga, menjaga motivasi pemain untuk partai berikutnya agar     mereka tidak over-complacent.
    Pengalaman saya mengatakan, reaksi negatif seorang pemain (Angry atau merasa tertekan) sebagai imbas dari Team Talk, tidak selalu berimbas negatif pada penampilannya. Tidak selalu, reaksi negatif si pemain membuat Average Rating turun.

    * Interaksi setelah pertandingan, Ada 4 level tim untuk anda pertimbangkan     saat melakukan interaksi (pujian/kritik) kepada pemain, yang berkaca pada     hasil akhir pertandingan. Yaitu, tim sangat lemah, tim lemah, tim selevel, dan     tim yang lebih kuat. Sesuaikan dengan Team Reputation anda untuk     berinteraksi. Tapi, ingat, fleksibiltas untuk melecut motivasi pemain juga bisa     dilakukan tanpa bertitik tolak dari 4 level tim di atas serta Team     Reputation.     Kapan saatnya, hanya anda yang bisa menentukan. Perlu anda catat,     Interaksi yang tidak sesuai dengan harapan si pemain tidak selalu     berimbas buruk. Bisa jadi, pemain anda     malah semakin fired-up dalam     menghadapi pertandingan berikutnya.

    * Talk to Squad, merupakan salah satu tools yang bisa anda gunakan, baik     dalam kondisi morale bagus, maupun, dalam kondisi morale mengalami     penurunan. Ketika morale pemain dalam kondisi bagus, saya lakukan Talk to     Squad ketika (salah satunya) setelah partai terakhir, ketika pemain masuk     dalam liburan musim dingin (bila ada). Sebaliknya, saya juga lakukan Talk to     Squad ketika morale sedang drop bahkan hancur. Salah satu kombinasi ideal     dalam menghadapi morale yang memburuk, adalah, lakukan Talk to Squad pada     hari H pertandingan. Bila anda lakukan terlalu awal, morale pemain pada hari H     pertandingan cenderung balik ke kondisi semula sebelum anda lakukan Talk to     Squad. Saat di dalam pertandingan (tepatnya pre Match Team Talk), pertimbangkan untuk berikan Team Talk dengan demand-level ringan, seperti     no pressure atau pick what you left off dengan Calm style. Saya menuai hal     positif dengan kombinasi ini saat berada dalam situasi di atas. Saya tidak yakin,     apakah yang saya lakukan juga berlaku dan berjala baik di semua level     Reputation klub dengan personaliti dan budaya berbeda.

1.2. Pemain sebagai bagian dari Tim
    1.2.1. Attribute    Attribute utama yang menentukan dalam menjaga level motivasi pemain, sangat mungkin, adalah, Determination. Dari pemahaman saya, Determination, baik secara harafiah maupun pemaknaannya dalam FM, saya temukan determination merupakan mother of Attribute. Determination dalam kehidupan sehari-hari diartikan sebagai ketetapan hati (keteguhan) untuk meraih sukses dan berusaha sekuatnya. Dalam pemaknaan dan perannya di FM, Determination ditemui dalam semua Positive-Personalities, dan Determination berperan sangat besar sebagai bagian dari pondasi pembangun. Selanjutnya, Workrate. Dalam sebuah pertandingan tempo cepat, di mana musuh anda merupakan “para petarung”, aspek Workrate merupakan salah satu komponen penting. Dengan Workrate, pemain akan terus bekerja keras meladeni permainan musuh. Yang ke-tiga, adalah, Stamina. Tanyalah pada diri anda sendiri, saat stamina anda habis, kepala berkunang-kunang, isi perut serasa akan keluar semua, seberapa motivasi anda untuk terus melanjutkan pertandingan?

    1.2.2. Personality    Dalam FM, secara garis besar, Personality dibagi menjadi dua (2), Positive dan Negative-Personality. Semakin banyak anda memiliki Positive-Personality, semakin anda terbantu dalam menjaga level motivasi pemain. Saya yakin, anda bisa pahami logika sederhana ini melalui cara pandang anda sendiri.

    1.2.3. Reputation    Saat seorang pemain dengan Reputation-Worldwide datang ke klub, akan ada beberapa, bahkan, banyak pemain yang senang dan merasa klub sedang dalam tahap semakin maju dan berkembang. Saya tidak perlu jelaskan lebih detail, anda bisa lihat sendiri bagaimana apresiasi pemain anda terhadap pemain dengan Reputation mendunia.
        
    1.2.4. Usia    Usia seorang pemain bisa sangat membantu anda dalam menjaga moral pemain lain. Pemain-pemain yang lebih senior, yang juga kebetulan menjadi salah satu Favoured-Person pemain yang lebih muda, akan memberikan bantuannya untuk memastikan si pemain muda dalam kondisi ideal. Usia juga sejalan dengan pengaruh seorang pemain ke dalam tim, tapi, perlu diperhatikan jam terbang dan Reputationnya.

    1.2.5. Faktor kepemimpinan    Influenced, Determination, dan Personality, merupakan penentu sejauh mana kepemimpinan seorang pemain bisa memberikan pengaruh bagi tim secara keseluruhan. Perhatikan kombinasi 3 hal tersebut, sebagai tool tambahan untuk menjaga level moral tim anda.

    1.2.6. Jam Terbang    Semakin anda sering memainkan seorang pemain, semakin besarlah pencapaiannya untuk  meraih Potential Ability nya. Dan, secara mutlak, kepercayaan dirinya dan kepercayaan si pemain terhadap anda juga semakin meningkat. Saya tidak mengatakan semua pemain harus bermain full. Squad Status pemain dan penentuan lamanya mereka bermain, dapat membantu anda menyeimbangkan. Untuk pemain-pemain tertentu, anda bisa saja memainkannya selama 10-20 menit dalam pertandingan hanya untuk menjaga jam terbang dan moralenya.

    1.2.7. Prestasi pemain.    Prestasi pemain terhubung langsung dengan morale si pemain itu sendiri dan juga terhadap pemain lain. Saat meraih prestasi besar, seperti, mendapatkan gelar UCL dan si pemain banyak terlibat serta bermain bagus dalam pertandingan besar, atau, meraih penghargaan Player of the Yaer, bukan hanya kemampuannya yang meningkat, tetapi, juga kepercayaan diri serta kestabilan moralnya dan  semangat pemain lain.

1.3. Tim sebagai Rumah bagi Pemain

    1.3.1. Squad Personality
    Bila anda temui 1-2 orang pemain hampir selalu berada pada morale-level yang rendah, jauh lebih rendah dibanding rekan setimnya, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya, bisa jadi, karena, beda personality dirinya dengan tim secara umum. Contoh ekstrem, seorang pemain yang Unambitious akan kesulitan menajga morale-level bila ia berada dalam tim yang Determined apalagi Highly-Ambitious.

    1.3.2. Team Reputation    Prestasi tim berbanding lurus dengan Reputation. Dan, seperti yang saya jelaskan di depan, prestasi tim ikut membantu pemain menjaga Morale dan Motivation. Doronglah semangat dan rasa haus gelar pemain, raihlah prestasi puncak sesering mungkin. Anda sebagai manajer akan mendapat kepercayaan lebih besar dari para pemain, yang juga berarti, semua perkataan anda merupakan pelecut semangat bagi mereka.

    1.3.3 Team Facilities    Fasilitas latihan mempengaruhi jumlah variasi latihan yang bisa dilatih oleh pemain-pemain anda. Dengan fasilitas lebih baik, jumlah variasi latihan jadi lebih banyak. Dengan bertambahnya jumlah variasi latihan, anda bisa berharap terjadi peningkatan kemampuan pemain (distribusi CA dan meraih PA). Dengan peningkatan kemampuan, anda bisa berharap tim anda semakin dekat dengan prestasi, dengan banyak dan seringnya tim anda berprestasi, morale pemain meningkat dan mereka akan terpacu untuk jadi lebih baik.

Faktor Eksternal

2.1. League Reputation
    Reputation liga tempat tim bermain dan pemain-pemain yang bernaung dalam klub-klub di liga tersebut, jelas sangat berpengaruh pada semangat dan motivasi pemain dalam berkompetisi. Contoh mudah, seiring meningkatnya Reputation pemain yang bermain di Liga Rusia, semakin besar pula keinginannya bermain di liga-liga yang lebih populer semacam Liga Spanyol atau Liga Inggris. Semakin klubnya di Liga Rusia menahan kepergiannya dengan menolak tawaran klub dari Liga Spanyol, misalnya, semakin merosot pula morale dan motivasinya. Anda dapat membantu perbaikan Reputation liga tempat anda sedang berlaga dengan cara menjadi juara kompetisi  tingkat internasional. Contoh, bila Bayern dan Dormund menjuarai  UCL secara bergantian, dari tahun ke tahun, pada akhirnya Liga Jerman akan menggeser satu dari Liga Inggris atau Liga Spanyol dari peringkat koefisien UEFA. Dengan keberhasilan macam ini, Liga Jerman mengalami peningkatan Reputation. Semakin mudah menarik pemain berkaliber hebat yang berimbas positif pada ketatnya kompetisi.

2.2. Bandar Taruhan dan Seberapa Besar Anda Dijagokan    Ini mengingatkan anda pada seberapa bobot beban yang pantas anda sematkan ke pundak pemain. Dalam kondisi anda tidak diunggulkan sama sekali, sebaiknya hindari untuk meminta target berlebih terhadap pemain, baik target dalam 1 pertandingan, target jangka menengah, atau target jangka panjang. Karena, hal tersebut sangat mungkin menekan morale dan “menghancurkan” permainan mereka. Sebaliknya, bila anda sangat diunggulkan, jangan ragu untuk meminta pemain bermain agresif dan mencanangkan target tinggi. Karena, bila anda malu-malu, sangat mungkin pemain anda hanya akan berada dalam kondisi tanpa motivasi dan Uninterested.
    
2.4. Reputation Kompetisi    Anda perhatikan bila sebuah tim kecil yang baru pertama melaju ke UCL mereka akan kesulitan memperagakan permainan terbaiknya? Kenapa? Karena, tekanan pertandingannya berbeda, Reputation kompetisi yang baru dan tinggi, membuat pemain anda berada dalam masa adaptasi. Dalam kondisi seperti ini, moderatlah dalam memberikan target bagi pemain anda. Prinsipnya sama dengan bagaimana anda mempertimbangkan posisi tim anda berdasarkan keunggulan anda di bandar taruhan. Over-Demand dan Under-Demand sama buruknya terhadap Morale dan Motivation.

2.3. Reputation Musuh    Reputation rekan setim dan tim anda sendiri bisa sangat membantu pemain menjaga morale-level dan motivasi mereka. Di sisi lain, Reputation musuh juga berkontribusi terhadap kondisi Morale dan Motivation tim. Ada 2 kemungkinan bagi pemain anda, yaitu, ekstra motivasi tambahan atau ekstra beban tambahan. Analisa, kenali, dan temukan parameter-setting yang paling tepat bagi tim.
    
2.5. Level Tekanan tiap Pertandingan    Level pertandingan antara tim kuat menghadapi tim lemah, antara tim kuat menghadapi tim kuat, pertandingan antar 2 tim sekota, pertandingan antara 2 tim besar dalam Semi Final UCL, dan antara 2 tim dalam partai Piala Liga, sudah jelas berbeda. Bila anda pahami beda level tekanan pertandingan dan bagaimana pengaruhnya pada tim, anda akan temukan metode yang tepat dalam meng-handle pemain dan menyesuaikannya dengan taktik.

2.6. Ketertarikan Tim Lain pada Pemain Anda    Perhatikan perkembangan pemain anda, hargai ia sesuai prestasi dan kontribusinya pada tim. Dengan memperhatikan hal ini, secara tidak langsung anda telah memproteksinya dari godaan tim lain. Hati-hati dalam menerima atau menolak tawaran tim lain. Karena, hal tersebut berpengaryh pada kebahagian pemain terkait, pada kebahagiaan rekan tim yang lain, dan berpengaruh pada level kepercayaan pemain pada anda, sebagai manajer.

    Aspek Motivation, termasuk Morale di dalamnya, merupakan aspek yang sangat krusial. Sekali lagi, saya tidak tahu apalagi paham bagaimana mekanisme Motivation bekerja dengan  kesuksesan di FM. Tapi, satu yang bisa saya katakan, dengan menjaga Motivation dan Morale pemain, saya jamin, anda sedang membangun jalan mulus menuju kesuksesan. Perhatikan hal tersebut dan manfaatkanlah demi keberhasilan tim. Selamat siang. Salam FM, kawans.


Ryantank100,

Comments

Popular Posts